ADVERTISEMENT

Rabu, 23 Feb 2022 10:04 WIB

Masa Karantina Omicron Berapa Hari? Ini Aturan yang Berlaku di RI

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Aturan Isoman Omicron: Syarat Klinis dan Syarat Rumah Masa karantina Omicron (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Masa karantina Omicron berapa hari sih? Mengingat Omicron disebut-sebut hanya memicu gejala ringan dibandingkan COVID-19 varian lainnya, seperti Delta. Juga informasi ini sangat penting diketahui pasien COVID-19 bergejala ringan atau tanpa gejala yang menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah.

Selain efektif dan optimal, informasi ini berguna untuk menambah wawasan masyarakat di tengah lonjakan kasus COVID-19 akibat Omicron di Indonesia.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) pun telah menetapkan sejumlah aturan yang harus dipenuhi oleh masyarakat untuk menjalani masa karantina Omicron di rumah. Kira-kira masa karantina Omicron berapa hari sih? Catat informasi berikut.

Masa Karantina Omicron Tergantung Kondisi Pasien

Berdasarkan Surat Edaran (SE) Menteri Kesehatan RI Nomor HK.02.01/MENKES/18/2022 tentang Pencegahan dan Pengendalian Kasus COVID-19 Varian Omicron yang diperbarui 22 Februari 2022 kemarin, Kemenkes sudah mengatur waktu isoman bagi pasien bergejala ringan atau tanpa bergejala.

  1. Pasien COVID-19 varian Omicron yang tidak bergejala (asimptomatik), isolasi dilakukan selama minimal 10 hari sejak pengambilan spesimen diagnosis konfirmasi.
  2. Pasien COVID-19 varian Omicron dengan gejala, isolasi dilakukan selama 10 hari sejak muncul gejala. Ditambah dengan sekurang-kurangnya 3 hari bebas gejala demam dan gangguan pernapasan. Dengan demikian untuk kasus-kasus yang mengalami gejala selama 10 hari atau kurang harus menjalani isolasi selama 13 hari. Apabila masih terdapat gejala setelah hari ke 10, isolasi mandiri masih tetap dilanjutkan sampai dengan hilangnya gejala tersebut ditambah 3 hari.

Masa Karantina Omicron: Ini Syarat Isoman

Adapun syarat yang harus dipenuhi selama masa karantina Omicron di rumah, yaitu:

Syarat Klinis dan Perilaku

  • Pasien berusia 45 tahun ke bawah
  • Tidak memiliki komorbid
  • Dapat mengakses telemedicine atau layanan kesehatan lainnya
  • Berkomitmen untuk diisolasi sebelum diizinkan keluar

Syarat Rumah

  • Pasien yang terpapar varian Omicron harus tinggal di kamar terpisah
  • Tersedia kamar mandi terpisah dengan penghuni rumah lainnya
  • Dapat mengakses pulse oksimeter
  • Mempunyai peralatan pendukung

Jika tidak memenuhi syarat di atas, pasien harus:

  • Melakukan isolasi di fasilitas isolasi terpusat. Selama isolasi, pasien harus dalam pengawasan puskesmas atau satgas setempat.
  • Isolasi terpusat dilakukan pada fasilitas publik yang dipersiapkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, atau swasta yang dikoordinasikan oleh puskesmas dan dinas kesehatan.

Sewaktu Masa Isoman Omicron, Kapan Harus Tes Ulang?

Berdasarkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.01/MENKES/18/2022, hari pertama positif COVID-19 terhitung mulai dari tanggal hasil lab keluar. Berikut contoh perhitungan tanggal konfirmasi positif dan tes ulang:

  • H+0 - tanggal hasil lab keluar
  • H+1
  • H+2
  • H+3
  • H+4
  • H+5
  • H+6 - Melakukan exit test PCR pertama
  • H+7
  • H+8
  • H+9
  • H+10 - Jika kasus konfirmasi tidak melakukan exist test, maka status warna akan kembali seperti semula

Catatan Tambahan:

  • Perhitungan hari dihitung berdasarkan tanggal hasil lab keluar, bukan tanggal pengambilan sampel.
  • Jika setelah terkonfirmasi positif dan ada hasil tes negatif pada hari H+1 sampai H+4, maka hasil negatif tersebut tidak diakui.
  • Exit tes PCR dapat dilakukan mulai H+5 sejak terkonfirmasi positif.
  • Exit test pada h+5 dan seterusnya hanya dapat dilakukan menggunakan PCR, hasil antigen tidak diakui.

"Untuk mulai nanti malam, untuk exit test PCR kedua tidak diperlukan. Hanya cukup sekali saja melakukan exit test PCR, dan hasilnya harus negatif. Kalau negatif, otomatis status PeduliLindungi menjadi hijau. Kalau kemarin-kemarin harus dua kali, jadi banyak pertanyaan 'kok saya sudah negatif hari kelima tapi masih hitam?' Kita sederhanakan lagi, tidak diperlukan lagi exit tes kedua," kata Staf Ahli Menteri Bidang Bidang Teknologi Kesehatan, Setiaji, dalam konferensi pers virtual terkait update perkembangan COVID-19 di Indonesia, Selasa (22/2/2022).

Sebagai informasi, status hitam menandakan seseorang tidak dapat bepergian ke tempat umum dengan alasan sebagai berikut:

  • Positif COVID-19 kurang dari 10 hari.
  • Riwayat kontak dengan kasus positif kurang dari 10 hari.
  • Baru tiba dari luar negeri.

    Sedangkan status hijau menandakan seseorang dapat bepergian ke tempat umum karena termasuk ke dalam kriteria berikut:
  • Vaksinasi dosis lengkap sesuai dengan jenis vaksin yang diterima.
  • Bukan pasien COVID-19 atau kontak erat.
  • Hasil tes antigen (1x24 jam) atau PCR (3x24 jam) negatif.
  • Sudah vaksinasi 1x dan sembuh dari COVID-19 kurang dari 90 hari (penyintas).

Selama Masa Karantina Omicron, Bagaimana Cara untuk Cepat Sembuh?

Dokter paru senior dari RS Persahabatan, dr Erlina Burhan, SpP(K), mengungkapkan 4 hal yang harus dilakukan untuk mempercepat proses penyembuhan ketika menjalani masa karantina Omicron, yaitu:

1. Istirahat yang cukup

Selama menjalani masa karantina Omicron, pasien disarankan untuk tidak melakukan aktivitas berat hingga membuat tubuh kelelahan. Dianjurkan untuk beristirahat yang cukup agar proses penyembuhan berjalan dengan efektif.

"Ya jadi tujuan isolasi mandiri adalah bukan hanya mengurung diri, tetapi sebetulnya untuk istirahat. Tubuh Anda diberikan istirahat karena memang sedang ada virus dan virus itu bisa saja membuat berbagai perubahan-perubahan sistem. Mangkanya Anda bergejala sakit kepala, ,nggak enak badan, demam, dan lain-lain. Itulah gunanya perlu segera istirahat," ucapnya dalam siaran langsung Radio Kesehatan Kementerian Kesehatan, Selasa (22/2/2022).

2. Makan makanan yang bergizi

Selama menjalani masa karantina Omicron, pasien dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan diet sehat dan bergizi, seperti ikan, sayuran, buah-buahan, hingga vitamin.

"Jadi yang disarankan secara umum saja, makanan itu gizinya seimbang. Artinya, karbohidratnya ada, proteinnya ada yang bisa dari ikan, daging ayam, atau sapi, atau bisa dari telur juga bisa. Pokoknya karbohidrat, protein ataupun lemak, juga vitamin, sayuran, dan buah-buahan," katanya.

3. Olahraga

Semasa karantina Omicron, pasien juga disarankan untuk melakukan kegiatan fisik ringan yang bisa ditoleransi oleh tubuh, seperti senam ringan.

"kemudian cukup istirahat dengan gizi yang seimbang dan juga melaksanakan protokol kesehatan, kalau bisa olahraga ringan yang bisa ditoleransi oleh tubuh, jadi jangan olahraga yang berat-berat. Cukup misalnya seperti senam-senam saja tapi rutin," ungkapnya.

4. Berjemur

Ketika menjalani masa karantina Omicron, pasien bisa melakukan jemur badan di teras rumah selama 10-15 menit dalam rentang waktu jam 09.00-13.00 WIB.

"Bila memungkinkan, kalau ada teras di rumah, itu berjemur sekitar 10-15 menit. Ini bisa dilakukan setiap hari dan rentang waktunya cukup panjang antara jam 9-13.00," tutur dr Erlina.



Simak Video "Kasus Harian Covid-19 Jepang Tembus 100.000"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT