Rabu, 23 Feb 2022 15:01 WIB

Peluang Layanan Bayi Tabung di RI Besar, Bisa untuk Asia Tenggara

Erika Dyah Fitriani - detikHealth
Bundamedik Foto: dok. detikcom
Jakarta -

Potensi market layanan infertility atau bayi tabung di Indonesia disebut sangat besar. Ada sekitar 250.000 pasangan potensial yang semestinya diberi perawatan setiap tahunnya untuk program bayi tabung.

"Tapi kenyataannya di Indonesia tahun lalu itu mungkin baru sekitar 10.000-an, jadi room to grow-nya masih besar di Indonesia," ujar Komisaris Utama PT Bundamedik Tbk (BMHS) dr. Ivan Sini, SpOG dalam agenda Diskusi Terbatas dengan media yang berlangsung virtual, Rabu (23/2/2022).

Tak hanya peluang di Indonesia, ia menilai peluang dari Asia Tenggara pun cukup besar. Sebab, health tourism untuk program bayi tabung ini memiliki potensi tersendiri. Untuk itu ia menilai pertumbuhan ini sudah semestinya dilirik untuk terus mengembangkan layanan bayi tabung di Indonesia.

Untuk menangkap peluang tersebut, anak usaha BMHS mengakuisisi klinik dan rumah sakit untuk Morula IVF Surabaya pada 2021. Sehingga, layanan bayi tabung dari Morula IVF ini semakin tersebar dan tak hanya berfokus di Jabodetabek saja.

"Akuisisi ini akan semakin mengukuhkan posisi Morula IVF Indonesia sebagai salah satu bisnis unggulan BMHS, yang selama ini menerima animo luar biasa dari masyarakat dari berbagai penjuru Indonesia dengan market share mencapai hampir 50%. Selain memperkuat core business kami, adanya akuisisi ini diharapkan dapat menjadi pendorong kemajuan layanan Morula IVF di Jawa Timur," terang dr. Ivan.

Dalam paparannya, Morula IVF membukukan pertumbuhan hingga 42% di tahun 2021 lalu. Setahun sebelumnya pada 2020, Morula IVF menjadi pemegang market share 46% dari seluruh program bayi tabung di Indonesia dan diyakini angkanya akan terus bertambah seiring tahun.

"Kita melihat ini ada satu potensi untuk niche market sendiri di mana fertility market di Indonesia dulu itu belum ada yang pegang. Juga ini merupakan ekosistem fertility treatment, dia bukan hanya punya layanan bayi tabung tapi juga punya layanan wellness, food, dan Klinik Fertilitas Indonesia (KFI) yang punya ekosistem tersendiri juga," ungkap dr Ivan.

Dalam kesempatan yang sama, Managing Director PT Bundamedik Tbk (BMHS), Nurhadi Yudiyantho menilai kondisi pandemi juga menjadi peluang tersendiri bagi Morula IVF untuk terus bertumbuh.

"Dengan masih adanya close broder ke negara lain ini juga sudah dimanfaatkan semaksimal mungkin bagi masyarakat yang membutuhkan layanan untuk infertility atau bayi tabung, banyak yang akhirnya berkunjung ke Morula IVF. Ini yang kita lihat perubahannya secara signifikan," tutur Yudiyantho.

Sebagai informasi, pertumbuhan dari lini bisnis BMHS tak hanya terlihat di layanan bayi tabung saja. Diketahui, pertumbuhan bisnis non-COVID BMHS di 2021 juga tumbuh 26% dengan peningkatan jumlah bed sebesar 40%.

Perseroan diketahui akan meningkatkan performa di 2022 melalui 4 pilar strategi, di antaranya perluasan ekosistem perusahaan secara agresif, penambahan kerja sama dengan mitra-mitra strategis, penguatan lini bisnis utama, serta pertumbuhan bisnis yang resilien.



Simak Video "Lewat Bayi Tabung, Pasutri Bisa Pilih Jenis Kelamin Calon Bayi"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/up)