Jumat, 25 Feb 2022 15:00 WIB

Rusia Ambil Alih Chernobyl, Begini Dampak Radiasi Nuklir Bagi Manusia

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
CHORNOBYL, UKRAINE - AUGUST 18:  In this aerial view an abandoned, partially-completed cooling towers stand at the Chernobyl nuclear power plant as the new, giant enclosure that covers devastated reactor number four stands behind on August 18, 2017 near Chornobyl, Ukraine.On April 26, 1986 reactor number four exploded after a safety test went wrong, spreading radiation over thousands of square kilometers in different directions. The nearby town of Pripyat, which had a population of approxiamtely 40,000 and housed the plant workers and their families, was evacuated and has been abandoned ever since. Today tourists often visit the town on specially-organized tours from Kiev.  (Photo by Sean Gallup/Getty Images) Rusia ambil alih Chernobyl, begini bahaya radiasi nuklir bagi manusia (Foto: Getty Images/Sean Gallup)
Jakarta -

Konflik Rusia-Ukraina kian memanas setelah pasukan militer Rusia menguasai pembangkit listrik tenaga nuklir di Chernobyl, Ukraina, Kamis (24/2/2022). Langkah tersebut merupakan bagian dari 'operasi militer khusus' Presiden Vladimir Putin.

Menurut laporan terbaru, sejak dikuasai oleh pihak Russia, level radiasi di sekitar pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl mengalami peningkatan drastis.

Pada 1986, Chernobyl yang saat itu masih bagian dari Uni Soviet, pernah mengalami ledakan reaktor nuklir nomor 4 dan menjadi kecelakaan pembangkit listrik nuklir terparah di dunia. Diketahui saat bencana itu menewaskan lebih dari 30 orang, bahkan bertahun-tahun setelahnya masih banyak orang yang meninggal akibat gejala radiasi.

Lantas, seperti apa dampak radiasi nuklir pada tubuh? Dirangkum detikcom dari berbagai sumber, berikut ulasannya.

Dampak Buruk Radiasi Nuklir Chernobyl

Reaktor nuklir yang rusak seperti yang terjadi di Chernobyl, bisa mengeluarkan bahan yodium radioaktif dan cesium. Kedua bahan tersebut dipercaya bisa menimbulkan kematian.

Berikut beberapa dampak radiasi nuklir pada tubuh:

1. Kulit Kemerahan

Kulit sangat rentan terhadap paparan radioaktif. Respon pertama yang dihasilkan kulit yakni nampak kemerahan lantaran terjadi penyumbatan pembuluh darah dan bengkak.

Jika seseorang mengalami kulit kemerahan ketika terpapar radiasi nuklir, akan bertahan kurang lebih 10 hari.

2. Peradangan Paru-paru

Paru-paru merupakan organ yang paling sensitif terhadap radiasi. Dampaknya bisa terjadi pneumonitis radiasi atau peradangan paru-paru karena radiasi.

Pneumonitis radiasi ditandai dengan rasa sesak, batuk, dan perasaan penuh di bagian dada.

3. Kerusakan pada Organ Reproduksi

Paparan radiasi dapat menyebabkan kerusakan sementara hingga permanen pada organ reproduksi pria dan wanita.

Pada wanita, gejala yang dirasakan bisa tidak menstruasi. Sedangkan pria, dapat mengalami gangguan produksi sperma dan mengarah kepada kemandulan.

4. Gangguan Sistem Pencernaan

Gangguan lain yang mungkin dirasakan saat seseorang terpapar radiasi nuklir yakni gangguan sistem pencernaan seperti mual, muntah, kehilangan nafsu makan, dan sakit perut.

5. Kanker

Banyak studi menunjukan orang yang terpapar radiasi nuklir terutama anak-anak atau orang dewasa muda, berisiko tinggi terkena kanker. Beberapa penyakit kanker yang mungkin dialami seperti kanker darah, kanker paru-paru, kanker kulit, kanker tulang, kanker payudara, kanker tiroid, dan kanker otak.



Simak Video "Soal Konflik Rusia-Ukraina, WHO: Perang Ini Harus Dihentikan"
[Gambas:Video 20detik]
(any/fds)