ADVERTISEMENT

Jumat, 25 Feb 2022 18:03 WIB

Penting! Omicron Juga Bisa Menyerang Bayi, Kenali Gejalanya

Hartaty Varadifa - detikHealth
Ilustrasi bayi Foto: Getty Images/iStockphoto/Liudmila_Fadzeyeva
Jakarta -

Kasus Omicron yang terus mengalami peningkatan tentunya menjadi kekhawatiran banyak orang khususnya bagi para orang tua. Pasalnya, varian ini selain mudah menular juga bisa menyerang anak-anak hingga bayi.

Beberapa bayi dari artis tanah air bahkan sudah terinfeksi beberapa waktu lalu, seperti anak pertama dari pasangan artis Irwansyah dan Zaskia Sungkar, Ukkasya Muhammad Syahki. Buah hatinya itu masih berumur 11 bulan dan terpapar COVID-19 dengan gejala demam hampir mencapai 39 derajat Celcius.

Tidak hanya Ukkasya, sejumlah bayi artis lainnya juga sempat terpapar COVID-19, seperti putra pertama dari pasangan Kesha Ratuliu dan Adhi Permana yang bernama Qwenzy Kalandra Putra Pernama yang masih berusia 2 bulan. Selain itu Anzel Maverick Xie, anak semata wayang dari pasangan Audi Marissa dan Anthony Xie yang masih berusia 10 bulan.

Lalu apakah ada perbedaan gejala virus COVID-19 pada anak-anak dan bayi? Simak beberapa gejala yang bisa dialami bayi ketika terinfeksi COVID-19.

Gejala COVID-19 pada Bayi

Umumnya, gejala COVID-19 pada bayi hampir sama dengan kelompok usia lainnya seperti pilek hingga flu, dan beberapa tidak memiliki gejala.

Dikutip dari Medical News Today, terdapat sejumlah gejala COVID-19 yang dapat dialami oleh bayi dari yang ringan hingga berat:

  • Gejala infeksi saluran pernapasan atas, seperti batuk, sakit tenggorokan, pilek, dan bersin.
  • Nyeri otot yang dapat menyebabkan sering menangis, sulit tidur, atau kemurungan pada bayi kecil.
  • Perubahan suasana hati atau perilaku, seperti lebih sering tidur, atau mungkin jarang, sulit untuk makan, lebih sering mengamuk karena sakit atau demam.
  • Masalah pencernaan, seperti mual, muntah, sakit perut, atau diare.
  • Kehilangan indra penciuman, bayi terlalu muda untuk mengekspresikan gejala ini, dapat bermanifestasi sebagai perubahan kebiasaan makan.
  • Batuk kering dan gejala pneumonia ringan, seperti napas lebih cepat atau mungkin sesak napas.

Bayi yang mengalami gejala lebih serius akan terjadi dalam waktu seminggu setelah gejala ringan muncul. Berikut ini gejala yang berat:

  • Sesak napas intens yang dapat menyebabkan anak terengah-engah.
  • Tanda-tanda oksigen rendah, seperti bibir atau lidah biru, kuku putih, atau detak jantung yang cepat.
  • Saturasi oksigen rendah 92 persen atau mungkin kurang.
  • Kegagalan organ yang parah.

Para orang tua harus tetap waspada dan memperhatikan kondisi tubuh si buah hati. Untuk mengurangi risiko terpapar virus COVID-19 pada bayi simak pada halaman selanjutnya.

KLIK DI SINI UNTUK KE HALAMAN SELANJUTNYA



Simak Video "WHO Minta Dunia Waspada Penyebaran Omicron yang Cepat"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Breaking News
×
Update Korban Tragedi Kanjuruhan
Update Korban Tragedi Kanjuruhan Selengkapnya