ADVERTISEMENT

Jumat, 25 Feb 2022 19:04 WIB

Terungkap, Ini Penyebab Radiasi Meningkat di Chernobyl Usai Dikuasai Rusia

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
FILE - A Soviet-era top secret object Duga, an over-the-horizon radar system once used as part of the Soviet missile defense early-warning radar network, seen behind a radioactivity sign in Chernobyl, Ukraine, on Nov. 22, 2018. Among the most worrying developments on an already shocking day, as Russia invaded Ukraine on Thursday, was warfare at the Chernobyl nuclear plant, where radioactivity is still leaking from historys worst nuclear disaster 36 years ago. (AP Photo/Efrem Lukatsky, File) Foto: AP/Efrem Lukatsky
Jakarta -

Badan nuklir Ukraina melaporkan peningkatan level radiasi di Chernobyl di lokasi pembangkit listrik tenaga nuklir yang sudah tidak berfungsi. Peningkatan dinilai tidak 'kritis' untuk saat ini.

Tidak disebutkan seberapa tinggi peningkatan radiasi yang terekam, namun disebutkan bahwa penyebabnya adalah pergerakan peralatan militer. Pergerakan tersebut mengangkat debu radioaktif ke udara.

"Radiasi mulai meningkat. Tidak kritis untuk Kiev untuk saat ini, tetapi kami terus monitor," kata Kementerian Dalam Negeri, dikutip dari Reuters, Jumat (25/2/2022).

Lokasi bencana nuklir yang terjadi di 1986 dan hingga kini masih bersifat radioaktif tersebut terletak 100 km dari Kiev, ibukota Ukraina. Bencana nuklir kala itu disebut sebagai yang terburuk dalam sejarah.

Sementara itu, Polandia yang bertetangga dengan Ukraina mengatakan tidak ada peningkatan radiasi di wilayahnya.



Simak Video "Soal Konflik Rusia-Ukraina, WHO: Perang Ini Harus Dihentikan"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT