Catat! Selain Faktor Usia, Ternyata Ini yang Bikin Cepat-Lambat Sembuh Omicron

ADVERTISEMENT

Catat! Selain Faktor Usia, Ternyata Ini yang Bikin Cepat-Lambat Sembuh Omicron

Vidya Pinandhita - detikHealth
Sabtu, 26 Feb 2022 18:30 WIB
covid-19 omicron variant vaccination concept
Ilustrasi penjelasan dokter paru perihal penyebab cepat-lambat penyembuhan COVID-19 varian Omicron. Foto: Getty Images/iStockphoto/Teka77
Jakarta -

Gejala COVID-19 varian Omicron yang kini merebak diyakini lebih ringan dibanding varian Corona lainnya, termasuk varian Delta yang memicu gelombang Corona tahun lalu. Jika demikian, mengapa pada gelombang Omicron kini ada pasien yang bergejala ringan dan cepat sembuh, namun ada juga yang bergejala berat, lama, bahkan meninggal dunia?

Spesialis paru RS Persahabatan dan Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr Erlina Burhan, SpP(K), menerangkan pada dasarnya segala penyakit yang diakibatkan virus bisa sembuh sendiri, termasuk COVID-19 akibat SARS-COV-2. Akan tetapi, terdapat sejumlah faktor yang mempengaruhi ringan-berat gejala pada orang yang terjangkit virus. Tak lain usia, penyakit komorbid yang tidak terkendali, dan status vaksinasi COVID-19.

"Virus itu pada umumnya adalah penyakit yang self limiting disease, artinya akan sembuh dengan sendirinya," terang dr Erlina dalam siaran langsung Radio Kesehatan Kementerian Kesehatan, Selasa (22/2/2022).

"Tapi kita tahu ada beberapa kelompok yang kesembuhannya akan lama karena ada komorbidnya dan derajat penyakitnya akan memberat karena ada beberapa faktor seperti usia, komorbid, dan juga faktor sudah divaksinasi atau belum," sambungnya.

Pada banyak pasien varian Omicron, khususnya yang berusia muda, gejala yang muncul sekilas mirip dengan flu biasa. Namun kondisi tersebut sebenarnya tak menjamin usia muda bebas dari risiko perburukan gejala jika terjangkit varian Omicron.

Sebab selain faktor usia dan riwayat komorbiditas, tingkat imunitas juga mempengaruhi tingkat keparahan penyakit.

"Namun juga perlu diingat, faktor imunitas seseorang. Kalaupun orang muda tapi imunitasnya ternyata turun, dan ingat satu hal jumlah virus nggak bisa dihitung. Kalau jumlah virus banyak, maka sakitnya akan lebih nyata dan sembuhnya lebih lama," beber dr Erlina.

Terakhir ia mengingatkan, orang yang mengalami gejala serupa Omicron sebaiknya langsung melakukan tes COVID-19. Sebab semakin cepat terkonfirmasi, semakin cepat pasien bisa beroleh penanganan tepat. Misalnya, dengan konsumsi obat antivirus jika diperlukan, serta vitamin.



Simak Video "Seputar Virus Covid-19 yang Diyakini Buatan Manusia"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT