Sabtu, 26 Feb 2022 20:30 WIB

Haruskah Buru-buru Tes COVID karena Hidung Meler? Ini Penjelasan Dokter

Vidya Pinandhita - detikHealth
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) hadirkan laboratorium mini-layanan tes swab antigen bagi para pegawai. Hal itu dilakukan guna cegah COVID-19. Penjelasan dokter paru perihal tes COVID-19 jika muncul satu-dua gejala. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Sejumlah gejala Omicron memang menyerupai flu biasa, seperti batuk serta hidung meler dan mampet. Lantas jika mengalami gejala mirip flu tersebut, haruskah buru-buru tes COVID-19? Atau tunggu dulu hingga muncul gejala-gejala lainnya, baru lakukan tes?

Menurut spesialis paru RS Persahabatan dan Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr Erlina Burhan, SpP(K), gejala Omicron sebetulnya bisa dibedakan dengan flu biasa. Sebab pada infeksi Omicron, gejalanya relatif lebih banyak dibanding flu.

Berbeda dengan pasien flu yang hanya bersin-bersin disertai hidung berair dan tersumbat, pasien Omicron banyak mengalami gejala lain seperti nyeri tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot, hingga mual-muntah.

Akan tetapi, dr Erlina tidak menganjurkan masyarakat untuk menunggu gejala-gejala lainnya muncul. Menurutnya, baru satu atau dua gejala yang muncul pun perlu ditindaklanjuti dengan tes COVID-19. Semakin cepat terdeteksi, semakin pasien bisa beroleh penanganan tepat disertai penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penularan.

"Dari banyak gejala itu kalau ada merasakan satu atau dua saja Anda harus segera memeriksakan diri. Kenapa? Jangan menganggap ini adalah hanya flu biasa, jadi saya tidak perlu periksa, bukan begitu," tegasnya dalam konferensi pers virtual bertajuk 'Mengenal Pelbagai Kombinasi Vaksin COVID-19 dan Sejauh Mana Booster Diperlukan', Kamis (24/2/2022).

"Sebaiknya kalau ada gejala tetap memeriksakan diri untuk mengetahui apakah ini COVID atau bukan karena masyarakat kita kalau tidak terkonfirmasi positif mereka menganggap flu padahal itu bahaya. Kalau COVID kan biasanya nggak melaksanakan protokol kesehatan. Tapi kalau konfirmasi COVID ka biasanya langsung protokol kesehatannya ketat. Kalau perlu isoman dan lain-lain," pungkasnya.



Simak Video "Dokter Paru Jelaskan Alasan 89% Gejala Omicron Batuk Kering"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/fds)