Minggu, 27 Feb 2022 08:35 WIB

Ibu Menyusui Minum Favipiravir Saat Kena COVID-19, Aman Nggak Sih?

Atilah Tia Abelta - detikHealth
Chemical formula of  Favipiravir on a futuristic background Favipiravir (Foto: Getty Images/iStockphoto/Zerbor)
Jakarta -

Obat antivirus memang diperlukan bagi mereka yang terpapar COVID-19, tak terkecuali ibu menyusui. Lantas, apakah ibu menyusui aman untuk mengkonsumsi obat antivirus seperti Favipiravir?

Favipiravir merupakan obat antivirus untuk mencegah influenza atau anti influenza yang telah dikembangkan Jepang sejak 2004. Selama pandemi COVID-19, obat tersebut telah dipakai dalam panduan terapi COVID-19 di Indonesia dan merupakan drug repurposing, yaitu menggunakan obat yang sudah beredar untuk indikasi baru yaitu terapi COVID-19.

Obat ini bekerja dengan menghambat produksi RNA virus yang pada gilirannya menghambat replikasi virus.

Pakar Farmakologi dan Farmasi Klinik UGM, Prof Apt, Zullis Ikawati, Ph.D menjelaskan, penggunaan Favipiravir hanya diperuntukkan bagi pasien COVID-19 dengan gejala sedang sampai berat sesuai panduan terapi. Selain itu, pemberian Favipiravir juga harus berdasarkan resep dokter.

Favipiravir juga tidak bisa diperoleh secara bebas di pasaran. Oleh karena itu, Zullis mengimbau masyarakat untuk tidak coba-coba mencari obat ini karena ketersediaannya terbatas dan hanya didistribusikan di sejumlah rumah sakit rujukan COVID-19.

"Untuk masyarakat tidak usah coba-coba membeli karena ini tidak dijual bebas dan hanya dipakai bagi pasien COVID-19 sedang dan berat. Jika terinfeksi COVID-19 ikuti saja saran dokter dalam menjalani pengobatan," jelasnya.

Lantas, apakah obat ini aman bagi ibu menyusui?

Dikutip dari Kalbemed, ada beberapa peringatan mengenai penggunaan obat Favipiravir, termasuk pada ibu menyusui dan ibu hamil.

Ibu menyusui yang terpapar COVID-19 dan akan mengkonsumsi Favipiravir, maka aktivitas menyusui harus dihentikan. Selain itu, wanita yang berpotensi melahirkan, hasil tes kehamilan harus negatif sebelum pengobatan dimulai. Jika kehamilan terjadi selama pengobatan, maka pengobatan harus dihentikan.

Sehingga, jelas disebutkan bahwa tidak disarankan menggunakan Favipiravir jika sedang atau diduga hamil, dan sedang menyusui. Selain itu, tidak digunakan apabila memiliki riwayat alergi terhadap Favipiravir.

Perlu diingat bahwa semua obat memiliki efek samping termasuk Favipiravir ini. Tingkat keparahan dan gejala efek samping yang muncul mungkin akan bervariasi.

KLIK DI SINI UNTUK KE HALAMAN SELANJUTNYA

Sosok Minggu Ini: Di Depok, 150 Porsi Bubur Ayam Gratis Ludes Setiap Hari

[Gambas:Video 20detik]



(up/up)