ADVERTISEMENT

Selasa, 01 Mar 2022 05:50 WIB

Sah! Sinopharm Kini Masuk Daftar Vaksin Booster COVID-19 Pemerintah

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Kasus aktif Corona DKI Jakarta tembus 86 ribu kasus. Meningkatnya kasus COVID-19 imbas varian Omicron membuat warga di Jakarta ramai-ramai divaksin booster. Vaksin booster (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Kementerian Kesehatan RI akhirnya memasukkan vaksin Sinopharm dalam daftar vaksin booster COVID-19. Total kini ada 6 jenis vaksin booster yang tersedia dan bisa digunakan.

Keenam jenis vaksin booster tersebut adalah:

  • Sinovac
  • AstraZeneca
  • Pfizer
  • Moderna
  • Janssen (J&J)
  • Sinopharm

Tata cara pemberian vaksin berikut tempat dan alur pelaksanaan tetap mengacu pada Surat Edaran Nomor HK.02.02/II/252/2022 tentang Vaksinasi COVID-19 Dosis Lanjutan (Booster). Kemenkes tidak menganjurkan untuk pilih-pilih, jenis vaksin yang digunakan bakal menyesuaikan ketersediaan di suatu daerah.

"Vaksin yang digunakan untuk dosis booster ini disesuaikan dengan ketersediaan vaksin di masing-masing daerah dengan mengutamakan vaksin yang memiliki masa expired terdekat," jelas juru bicara vaksinasi Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi.

Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI telah mengumumkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) booster Sinopharm pada Rabu (2/2/2022). Vaksin berbasis inactivated virus buatan Beijing Bio-Institute Biological China ini memberikan peningkatan antibodi netralisasi dan anti-IgG masing-masing 8,4 kali dan 8 kali dibanding sebelum booster.

Efek samping:

Efek samping vaksin booster sinopharm menurut BPOM adalah sebagai berikut:

  • sakit kepala
  • kelelahan
  • nyeri otot

Berbagai keluhan tersebut berada pada tingkat keparahan grade 1-2.

Daftar kombinasi vaksin booster:

Ada dua skema pemberian vaksin booster, yakni homolog atau sesuai vaksin primer yang diterima, dan heterolog atau berbeda dari vaksin primer yang diterima. Daftar kombinasi vaksin booster adalah sebagai berikut:

Vaksin booster untuk vaksin primer Sinovac:

  • AstraZeneca separuh dosis (0,25 ml)
  • Pfizer separuh dosis (0,15 ml)
  • Moderna dosis penuh (0,5 ml).

Vaksin booster untuk vaksin primer AstraZeneca:

  • Moderna separuh dosis (0,25 ml)
  • Pfizer separuh dosis (0,15 ml)
  • AstraZeneca dosis penuh (0,5 ml).

Vaksin booster untuk vaksin primer Pfizer:

  • Pfizer dosis penuh (0,3 ml)
  • Moderna separuh dosis (0,25 ml)
  • AstraZeneca dosis penuh (0,5 ml).

Vaksin booster untuk vaksin primer Moderna:

  • Moderna separuh dosis (0,25 ml)

Vaksin booster untuk vaksin primer Janssen (J&J):

  • Moderna separuh dosis (0,25 ml).

Vaksin booster untuk vaksin primer Sinopharm:

  • Sinopharm juga dengan dosis penuh (0,5 ml).



Simak Video "Kapan Vaksin Booster Dosis Kedua Covid-19 Diberikan untuk Umum?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT