Makin Dekat Endemi? Kemenkes Ungkap Provinsi yang Sudah Lampaui Puncak Omicron

ADVERTISEMENT

Makin Dekat Endemi? Kemenkes Ungkap Provinsi yang Sudah Lampaui Puncak Omicron

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Selasa, 01 Mar 2022 07:32 WIB
Omicron Corona Virus Variant
Puncak Omicron di Indonesia. (Foto: Getty Images/iStockphoto/MCCAIG)
Jakarta -

Kementerian Kesehatan RI mengumumkan tiga pekan terakhir, kasus konfirmasi COVID-19 harian dan perawatan pasien sudah mulai melandai. Di akhir Februari (28/2) penambahan kasus berada di 25.024 sementara keterisian pasien rumah sakit tercatat di rentang 35 persen, tak ada perubahan signifikan dari beberapa waktu terakhir.

Begitu pula dengan kasus aktif COVID-19, turun 19 persen dari hari sebelumnya di Jumat (27/2), yakni 573.898 kasus menjadi 554.698 kasus. Sejumlah provinsi disebut juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi, sudah mulai melewati puncaknya,

DKI Jakarta, Banten, hingga Papua

"Beberapa provinsi sudah mulai mengkonfirmasi penurunan kasus harian dan perawatan pasien selama tiga minggu terakhir ini seperti DKI Jakarta, Banten, Bali, Maluku, Papua, dan NTB. Inilah yang membuat posisi perawatan pasien di rumah sakit melandai karena kontribusi pasien di daerah dengan populasi besar juga ikut turun," kata dr Nadia dalam keterangan tertulis, dikutip detikcom Selasa (1/3/2022).

Beberapa provinsi juga konsisten melaporkan penurunan kasus di sepekan terakhir yakni Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Kalimantan Selatan.

"Meski kita pantau masih ada beberapa provinsi di Jawa dan luar Jawa yang meningkat, tapi secara agregat kita bisa melihat penanganan pandemi secara nasional membaik karena provinsi dengan kota-kota besar padat penduduk sudah melewati puncaknya dalam waktu yang cukup konsisten," sambung dr Nadia.

Makin dekat fase endemi

Ditambah lagi, angka kesembuhan pasien COVID-19 di RS secara nasional melambung tinggi. Angka kesembuhan per Senin (28/2) kemarin berada di 43.992.

"Kemenkes terus berupaya menekan risiko terburuk akibat infeksi COVID-19, sehingga salah satu jalan agar terbebas dari pandemi dan menuju endemi adalah lewat percepatan vaksinasi. Memberikan vaksinasi lengkap hingga booster akan memberikan pertahanan lebih tinggi, terutama bagi lansia, pasien dengan komorbid, dan anak-anak terhadap risiko bergejala berat hingga kematian akibat COVID-19," pungkas dr Nadia.

Simak Video 'Bila Pandemi Berubah ke Endemi, Kemenkes Minta Masyarakat Tak Lengah':

[Gambas:Video 20detik]



(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT