Viral Kisah Wanita Jateng, Benarkah Jarang Minum Air Putih Bikin Gagal Ginjal?

ADVERTISEMENT

Viral Kisah Wanita Jateng, Benarkah Jarang Minum Air Putih Bikin Gagal Ginjal?

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Kamis, 03 Mar 2022 12:04 WIB
Viral pasien gagal ginjal
Viral gagal ginjal (Foto: Tangkapan layar: SS Viral)
Jakarta -

Viral kisah wanita asal Jawa Tengah, Lisa Nadila yang terpaksa rutin cuci darah tiap pekan. Hal tersebut dilakukan lantaran wanita usia 22 tahun ini mengaku mengidap gagal ginjal akibat jarang meminum air putih.

Diketahui, ia mengidap gagal ginjal selama dua tahun ke belakang dan kini sudah masuk stadium V. Kondisinya pun kian memburuk lantaran Lisa juga memiliki riwayat hipertensi atau darah tinggi.

Oleh karena itu, metode cuci darah perlu dilakukan untuk mengganti fungsi ginjal yang sudah tak bekerja dengan baik.

"Jadi pasien termuda dan cewek sendiri di jadwal cuci darah, suka pusing, bahkan drop, nggak sadar diri di rumah sakit," ceritanya kala itu.

Lantas, apakah benar jarang meminum air putih bisa menyebabkan gagal ginjal?

Berdasarkan laporan National Kidney Foundation, sekitar 60-70 persen tubuh seseorang terdiri dari air yang dibutuhkan agar organ berfungsi dengan baik.

Apabila kekurangan asupan air, seseorang kemungkinan akan mengalami diare, muntah, berkeringat, atau urine yang tergolong sedikit, seperti diabetes yang tak terkontrol.

Air di dalam tubuh berfungsi untuk membuang limbah yang keluar dalam bentuk urine. Juga pembuluh darah seseorang bisa tetap terjaga sehingga darah dengan nutrisi penting dapat mengalir dengan bebas ke ginjal.

Akan tetapi, jika seseorang mengalami dehidrasi, lebih sulit sistem pengiriman ini untuk bekerja. Pasalnya, dehidrasi dapat membuat seseorang merasa lelah dan mengganggu fungsi normal tubuh.

Bahkan, dehidrasi yang tergolong parah dapat menyebabkan kerusakan ginjal. Itu mengapa penting untuk memenuhi kebutuhan air di dalam tubuh, termasuk saat beraktivitas.

Sejumlah penelitian juga menunjukkan, semakin sering dehidrasi meski tergolong ringan, dapat menyebabkan gagal ginjal atau kerusakan ginjal permanen.



Simak Video "Grafik Penurunan Kasus Gagal Ginjal Akut pada Anak Seminggu Terakhir"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT