Kamis, 03 Mar 2022 13:25 WIB

Penting! Ini Daftar Panduan Isoman Omicron yang Perlu Diketahui

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Aturan Isoman Omicron: Syarat Klinis dan Syarat Rumah Panduan isoman Omicron (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Panduan isoman Omicron penting diketahui masyarakat yang terkonfirmasi positif COVID-19 Omicron. Hal ini berguna agar proses isolasi mandiri yang dilakukan berjalan dengan optimal dan efektif.

Namun, perlu diingat juga, informasi ini hanya dikhususkan untuk para pasien yang bergejala ringan atau tanpa gejala yang diperbolehkan menjalani isolasi mandiri di rumah. Sedangkan pasien bergejala sedang hingga berat diwajibkan untuk dirawat di rumah sakit. Lantas, bagaimana panduan isoman Omicron yang perlu diketahui? Simak informasi berikut.

Panduan Isoman Omicron

Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) telah mengeluarkan sejumlah panduan isoman Omicron yang bisa dilakukan untuk masyarakat. Dikutip dari laman Instagram Kemenkes, Kamis (3/3/2022), berikut sejumlah hal yang bisa dilakukan jika dinyatakan positif Omicron.

1. Jangan terburu-buru masuk rumah sakit

Panduan isoman Omicron yang pertama adalah pasien yang mengidap gejala ringan atau tidak bergejala disarankan untuk tidak terburu-buru masuk rumah sakit. Hal ini berguna untuk memberikan slot bagi pasien COVID-19 yang wajib dirawat di rumah sakit.

2. Utamakan Isolasi mandiri

Utamakan isolasi mandiri (isoman) dan jangan lupa untuk memanfaatkan layanan telemedicine (jika tersedia) atau lapor ke puskesmas terdekat. Hal ini dilakukan supaya dokter tetap bisa memantau kondisi pasien positif Omicron yang lagi menjalani isoman di rumah.

3. Isolasi terpusat di fasilitas daerah masing-masing

Apabila harus isolasi terpusat, dianjurkan untuk isolasi di fasilitas kesehatan yang telah disiapkan di daerah atau wilayah masing-masing.

4. Isoman bisa mengurangi beban rumah sakit dan tenaga kesehatan

Dengan menjalani isolasi mandiri sebagai panduan isoman Omicron, dapat mengurangi beban rumah sakit dan tenaga kesehatan. Juga menyelamatkan orang lain yang mengalami gejala lebih berat hingga kritis.

5. Tetap patuhi protokol kesehatan

Panduan isoman Omicron berikutnya adalah usahakan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan serta menjaga diri sendiri dan keluarga.

6. Segera mendapat vaksinasi lengkap

Panduan positif Omicron selanjutnya, yaitu dianjurkan untuk segera lengkapi vaksinasi, khususnya bagi lansia, kelompok rentan, dan anak. Hal ini berguna untuk menghindari gejala parah dari varian Omicron.

Panduan Isoman Omicron Menurut Dokter

Dokter paru senior dari RS Persahabatan, dr Erlina Burhan, SpP(K), juga mengungkapkan 4 panduan isoman Omicron untuk mempercepat proses penyembuhan, yaitu:

1. Istirahat yang cukup

Panduan isoman Omicron menurut dr Erlina, pasien disarankan untuk tidak melakukan aktivitas berat hingga membuat tubuh kelelahan. Dianjurkan untuk beristirahat yang cukup agar proses penyembuhan berjalan dengan efektif.

"Ya jadi tujuan isolasi mandiri adalah bukan hanya mengurung diri, tetapi sebetulnya untuk istirahat. Tubuh Anda diberikan istirahat karena memang sedang ada virus dan virus itu bisa saja membuat berbagai perubahan-perubahan sistem. Mangkanya Anda bergejala sakit kepala, ,nggak enak badan, demam, dan lain-lain. Itulah gunanya perlu segera istirahat," ucapnya dalam siaran langsung Radio Kesehatan Kementerian Kesehatan, Selasa (22/2/2022).

2. Makan makanan yang bergizi

Selama menjalani masa karantina Omicron, dr Erlina menganjurkan pasien untuk mengkonsumsi makanan diet sehat dan bergizi, seperti ikan, sayuran, buah-buahan, hingga vitamin sebagai panduan isoman Omicron.

"Jadi yang disarankan secara umum saja, makanan itu gizinya seimbang. Artinya, karbohidratnya ada, proteinnya ada yang bisa dari ikan, daging ayam, atau sapi, atau bisa dari telur juga bisa. Pokoknya karbohidrat, protein ataupun lemak, juga vitamin, sayuran, dan buah-buahan," katanya.

3. Olahraga

Panduan isoman Omicron berikutnya, pasien juga disarankan untuk melakukan kegiatan fisik ringan yang bisa ditoleransi oleh tubuh, seperti senam ringan.

"kemudian cukup istirahat dengan gizi yang seimbang dan juga melaksanakan protokol kesehatan, kalau bisa olahraga ringan yang bisa ditoleransi oleh tubuh, jadi jangan olahraga yang berat-berat. Cukup misalnya seperti senam-senam saja tapi rutin," ungkapnya.

4. Berjemur

Ketika menjalani masa karantina Omicron, pasien bisa melakukan jemur badan di teras rumah selama 10-15 menit dalam rentang waktu jam 09.00-13.00 WIB.

"Bila memungkinkan, kalau ada teras di rumah, itu berjemur sekitar 10-15 menit. Ini bisa dilakukan setiap hari dan rentang waktunya cukup panjang antara jam 9-13.00," tutur dr Erlina.

Bagi masyarakat yang dinyatakan positif Omicron, sebaiknya jangan panik. Ikuti panduan isoman Omicron di atas ini dan tetap menjaga protokol kesehatan. Sedangkan pasien yang belum divaksinasi, segera mendapatkan dua dosis vaksin lengkap (1 dan 2) untuk menangkal gejala dari virus Corona, termasuk varian Omicron.



Simak Video "Meski Naik, Kasus Harian Covid-19 RI Belum Setinggi Negara-Negara Tetangga"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/kna)