Jumat, 04 Mar 2022 07:00 WIB

Kabar Baik Lagi, Obat Radang Sendi Diklaim Cegah Pasien COVID-19 Kritis

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
ilustrasi obat Ilustrasi obat untuk COVID-19. (Foto: iStock)
Jakarta -

Kabar baik lagi, obat radang sendi besutan Eli Lilly dan Incyte, yakni baricitinib terbukti bermanfaat mengurangi risiko kematian pasien COVID-19 yang dirawat inap di rumah sakit, sebesar 13 persen. Terlepas dari perawatan lainnya yang diberikan selama di RS, menurut sebuah penelitian besar di Inggris.

Lebih dari 8.000 pasien diberikan baricitinib selain perawatan biasa secara acak, atau hanya perawatan biasa saja. Para ilmuwan Universitas Oxford mengungkap hasil riset mereka per Kamis (3/3/2022).

Hasil riset menunjukkan perbedaan cukup signifikan pada jumlah kasus kematian antara penerima obat radang sendi baricitinib dengan kelompok perawatan biasa.

Jumlah pasien meninggal dengan perawatan biasa dalam 28 hari mencapai 546 jiwa, sementara pada penerima obat radang sendi baricitinib bisa ditekan lebih sedikit yakni 513 pasien, mereka juga sebelumnya diberikan obat lain seperti kortikosteroid termasuk deksametason, tocilizumab atau remdesivir.

"Hasil ini mengkonfirmasi dan memperluas temuan sebelumnya, memberikan kepastian yang lebih besar bahwa baricitinib bermanfaat dan data baru untuk memandu pengobatan pasien COVID-19 dengan kombinasi obat untuk meredam respons imun," kata Peter Horby, profesor Oxford dan kepala riset.

Hasil studi juga sejalan dengan penelitian AS Agustus lalu, setelah panel Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) awal tahun ini merekomendasikan baricitinib untuk pasien COVID-19 parah dengan kombinasi kortikosteroid.

Baricitinib termasuk dalam kelas obat yang disebut inhibitor Janus Kinase (JAK), bekerja dengan memblokir tindakan enzim yang berperan dalam proses sistem kekebalan dan menyebabkan peradangan, sering terlihat pada COVID-19 yang parah sebagai kerusakan paru-paru.

Pihak berwenang AS telah menyetujui penggunaan darurat baricitinib, dijual dengan merek Olumiant, dengan atau tanpa menggunakan remdesivir antivirus Gilead, sementara regulator Eropa sedang meninjau pengobatan ini untuk izin darurat.

"Dalam uji coba, baricitinib juga meningkatkan kemungkinan pasien selamat dalam 28 hari dan mengurangi risiko kondisi mereka memburuk," kata para ilmuwan.

Para ilmuwan di balik uji coba juga telah menunjukkan deksametason menyelamatkan nyawa pasien COVID-19, dalam apa yang disebut 'terobosan besar' dalam pandemi, juga menemukan tocilizumab bekerja melawan virus Corona.

Simak juga video 'Masyarakat Diminta Vaksinasi Agar Endemi Cepat Dicapai':

[Gambas:Video 20detik]



(naf/up)