ADVERTISEMENT

Sabtu, 05 Mar 2022 17:00 WIB

Terpopuler Sepekan

Maaf, Studi Vaksin Pfizer Bawa Kabar Tak Enak soal Omicron pada Anak

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
FILE - In this Nov. 9, 2020, file photo, a general view of Pfizer Manufacturing Belgium in Puurs, Belgium. Pfizer and BioNTech say theyve won permission Wednesday, Dec. 2, 2020, for emergency use of their COVID-19 vaccine in Britain, the world’s first coronavirus shot that’s backed by rigorous science -- and a major step toward eventually ending the pandemic.(AP Photo/Virginia Mayo, File) Studi vaksin Pfizer bawa kabar buruk soal varian Omicron pada anak (Foto: AP/Virginia Mayo)
Jakarta -

Saat ini, perusahaan farmasi Pfizer menjadi satu-satunya yang menawarkan vaksin COVID-19 untuk anak usia 5-11 tahun. Namun dalam studi terbaru yang dilakukan para peneliti di New York, Amerika Serikat, menunjukan perlindungan vaksin Pfizer menurun jika melawan virus Corona varian Omicron.

Kemanjuran vaksin Pfizer-BioNTech terhadap infeksi di antara anak usia 5-11 tahun menurun menjadi 12 persen pada akhir Januari, ketimbang pertengahan Desember berada di 68 persen. Sementara pada anak usia 12 hingga 17 tahun, perlindungan vaksin COVID-19 menurun menjadi 51 persen pada akhir Januari, dibandingkan pertengahan Desember di angka 66 persen.

"Hasil ini menyoroti kebutuhan potensial untuk mempelajari dosis vaksin alternatif bagi anak-anak dan perlindungan berlapis yang terus berlanjut, termasuk pemakaian masker, untuk mencegah infeksi dan penularan," kata para peneliti, dalam studi yang belum peer review.

Data efektivitas vaksin COVID-19 mencegah rawat inap menurun drastis dari hasil riset pada Desember 2021. Kala itu, vaksin disebutkan mampu mencegah 100 persen kasus perawatan anak usia 5 hingga 11 tahun dan 85 persen untuk kelompok remaja.Dikutip dari Reuters, vaksin COVID-19 Pfizer hanya 48 persen efektif melindungi kelompok usia muda dirawat inap dan 73 persen mencegah kasus rawat inap pada kelompok remaja.

Meski demikian, dr Paul Offit, ahli penyakit menular pediatrik di Rumah Sakit Philadelphia mempertanyakan apakah data tersebut sudah cukup kuat untuk menyebut kemanjuran vaksin benar menurun secara signifikan, terutama terhadap penyakit parah.

"Tidak mengherankan bahwa perlindungan terhadap penyakit ringan, akan berkurang," ungkap dr Offit.

"Kita tahu bawah Omicron agak 'kebal' menghindari penyakit ringan. Tujuan dari vaksin ini untuk melindungi dari penyakit parah, untuk menjauhkan anak-anak dari rumah sakit," tambahnya.



Simak Video "Vaksin Pfizer Dinilai 73% Efektif Diberikan Pada Anak di Bawah 5 Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(any/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT