Sapi RI Diserang Lumpy Skin Disease, Menular ke Manusia Nggak Sih?

ADVERTISEMENT

Sapi RI Diserang Lumpy Skin Disease, Menular ke Manusia Nggak Sih?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Senin, 07 Mar 2022 11:52 WIB
Penyakit Kutil Sapi
Lumpy Skin Disease menyerang sapi di RI, bisa menular ke manusia? (Foto: Penyakit Kutil Sapi (DAWE/Shutterstock via ABC.net.au))
Jakarta -

Lumpy Skin Disease (LSD) pada sapi kini telah ditemukan di Indonesia, tepatnya di Provinsi Riau. Sebelumnya, penyakit ini juga terdeteksi di beberapa negara di Asia, termasuk Asia Tenggara, seperti Thailand, Malaysia, Vietnam, Myanmar, Laos, dan Kamboja.

Penyakit ini menyebabkan luka pada kulit, demam, kehilangan nafsu makan, penurunan produksi susu, hingga risiko kematian pada sapi dan kerbau. Selain luka, penyakit kulit ini menyebabkan benjolan yang menyebar lewat gigitan lalat, nyamuk, atau mungkin kutu sehingga sulit dikendalikan.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) dari Kementerian Pertanian (Kementan), Nasrullah, mengatakan pihaknya siap mengerahkan sumberdaya untuk menangani penyakit LSD ini.

"Untuk penanganan LSD di Riau, kita akan kerahkan dokter hewan dan paramedik staf Kementan di Riau untuk membantu melakukan vaksinasi," kata Nasrullah dalam keterangan yang diterima detikcom, Senin (7/3/2022).

"Upaya-upaya kewaspadaan tersebut telah dilakukan sejak penyakit ini masuk ke Asia Tenggara sejak tahun 2019," lanjutnya.

Ia juga meminta agar semua peternak dan juga dinas yang menangani fungsi peternakan dan kesehatan hewan, baik di provinsi maupun kabupaten, untuk melakukan pembatasan lalu lintas ternak untuk mencegah penyakit ini menyebar luas.

Hal senada juga disampaikan Direktur Kesehatan Hewan, Kementan, Dr Drh Nuryani Zainuddin. Ia mengatakan pihaknya telah mengeluarkan surat edaran kewaspadaan penyakit LSD pada para pemangku kepentingan di seluruh Indonesia sebanyak 4 kali.

"Sistem kita telah berhasil mendeteksi dengan cepat, hal ini didukung dengan sistem pelaporan real-time iSIKHNAS dan kemampuan laboratorium kesehatan hewan yang baik, sehingga penyakit dapat dikonfirmasi dengan segera," jelas Nuryani.

"Strategi utama adalah vaksinasi, namun ini harus didukung dengan deteksi dini dan penelusuran kasus, pengendalian lalu lintas, pengendalian vektor, serta komunikasi, informasi dan edukasi," imbuhnya.

Dalam penjelasannya, Nuryani menegaskan bahwa LSD ini tidak menular dan tidak berbahaya bagi manusia. Ia mengimbau agar masyarakat tidak perlu panik dan mendukung segala upaya penanganan yang dilakukan pemerintah.



Simak Video "Cara Menghitung Protein Daging Sapi-Kambing yang Harus Dikonsumsi"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT