Tren Kasus COVID-19 RI Membaik, Tapi 5 Provinsi Ini Masih Diawasi Kemenkes

ADVERTISEMENT

Tren Kasus COVID-19 RI Membaik, Tapi 5 Provinsi Ini Masih Diawasi Kemenkes

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Senin, 07 Mar 2022 15:20 WIB
Pemerintah menyebut Indonesia akan menghadapi gelombang varian Omicron baru. Peningkatan kasus Omicron disebut lebih cepat berkembang ketimbang COVID-19 varian Delta.
Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta -

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengungkap tren kasus COVID-19 secara nasional menurun signifikan, diikuti dengan perkembangan jumlah perawatan pasien COVID-19 di rumah sakit yang kian membaik. Menurut Dante, 60 persen kasus pasien COVID-19 yang dirawat di RS adalah bergejala ringan bahkan tanpa gejala.

"Sebagian besar kasus yang dirawat adalah kasus-kasus yang tidak memerlukan perawatan secara klinis medis," terang Dante dalam konferensi pers Senin (7/3/2022).

"50 persen kematian di beberapa RS disebabkan karena pasien COVID-19 yang mengalami komorbid berat sebelumnya, terutama lansia dan belum mendapatkan vaksinasi lengkap," sambungnya.

Meski begitu, masih ada beberapa provinsi yang menunjukkan tren peningkatan kasus COVID-19 di tengah gelombang Omicron. Ada lima provinsi yakni:

  • Aceh
  • NTT
  • Sulawesi Tengah
  • Gorontalo
  • Kalimantan Utara.

Wamenkes kemudian menekankan masyarakat untuk segera menerima vaksinasi booster atau vaksin COVID-19 dosis ketiga. Terlebih, pemerintah sudah memperbarui aturan pemberian vaksinasi booster.

"Kebijakan vaksinasi booster yang sudah kita revisi yang tadinya 6 bulan setelah vaksinasi kedua sekarang direvisi 3 bulan setelah vaksinasi kedua," sambungnya.

Menanggapi banyak masyarakat yang masih memilih-milih vaksin, Dante kembali menegaskan vaksin terbaik adalah yang tersedia.

"Vaksin yang terbaik adalah vaksin yang paling cepat kita dapatkan," pungkas dia.



Simak Video "Ada 74 Persen Pasien Covid-19 Gejala Berat di RS yang Belum Booster"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT