Yang Lain Mulai 'Bye-bye' COVID-19, China Malah Cetak Rekor

ADVERTISEMENT

Yang Lain Mulai 'Bye-bye' COVID-19, China Malah Cetak Rekor

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Selasa, 08 Mar 2022 06:00 WIB
COVID-19 swab collection kit in doctor hands, nurse holds tube of coronavirus PCR test on black background. Concept of corona virus diagnostics, medical testing and cure during coronavirus pandemic.
Foto: Getty Images/iStockphoto/scaliger
Jakarta -

Tak sedikit negara Eropa yang mulai meninggalkan aturan pembatasan COVID-19, mencabut kewajiban memakai masker hingga tak lagi melakukan testing COVID-19 usai dihadang gelombang varian Omicron.

Namun, China malah baru melaporkan rekor tertinggi COVID-19 pasien bergejala sejak 2 tahun, akibat varian Omicron. Ada 214 kasus COVID-19 bergejala yang dikonfirmasi per Minggu (4/3/2022) berdasarkan data Komisi Kesehatan Nasional.

Kasus harian COVID-19 China tertinggi sejak awal Maret 2020, karenanya pemerintah memperketat kebijakan untuk mengekang penyebaran virus. Mayoritas dari 214 kasus COVID-19 lokal per Minggu, ditemukan di provinsi Guangdong, Jilin dan Shandong.

Jumlah kasus tanpa gejala yang ditransmisikan secara lokal naik menjadi 312 kasus pada hari Minggu, jumlah harian tertinggi sejak China akhir Maret 2020 untuk mengklasifikasikan infeksi tanpa gejala secara terpisah dari kasus yang dikonfirmasi.

Kabar baiknya, tidak ada kasus kematian COVID-19 baru, sehingga jumlah kematian tidak berubah berada di angka 4.636. Pada 6 Maret, China telah melaporkan 111.195 kasus dengan gejala yang dikonfirmasi, termasuk kasus lokal dan kasus impor.

Hingga kini, China masih bersikeras mempertahankan strategi nol kasus COVID-19, dengan cepat mengidentifikasi dan mengkarantina setiap kasus COVID-19 dan kontak erat dan memberlakukan pembatasan perjalanan untuk memutus transmisi.

Simak juga 'Kasus Covid-19 Global Lampaui 440,8 Juta, Kematian Capai 6 Juta':

[Gambas:Video 20detik]



(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT