Selasa, 08 Mar 2022 22:00 WIB

Awas Obesitas! 3 Penyakit Mematikan Ini 'Ngumpet' di Balik Berat Badan

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Pola makan mencegah obesitas Obesitas (Foto: iStock)
Jakarta -

Di masa pandemi COVID-19, risiko obesitas semakin mengancam, termasuk pada kelompok usia dewasa muda 17-35 tahun. Hal ini disebabkan oleh pola hidup yang buruk lantaran hanya beraktivitas di rumah saja, seperti mengkonsumsi makanan dan minuman yang tidak sehat.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar Indonesia 2018, angka prevalensi obesitas pada orang dewasa berusia 18 tahun ke atas meningkat dari 15,4 persen di tahun 2013 menjadi 21,8 persen di tahun 2018.

Bahkan diprediksi sekitar 22 persen masyarakat dunia mengalami obesitas pada tahun 2045. Hal ini diucapkan langsung oleh Koordinator Substansi P20MGM Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI), dr Esti Widiastuti, M.ScPH dalam rangka Hari Obesitas Sedunia, Senin (7/3/2022).

"Hasil dari The 2018 Congress on Obesity di Vienna, Austria, itu 22 persen kira-kira masyarakat di dunia ini menjadi lebih besar daripada yang sekarang (obesitas) pada tahun 2045," tuturnya.

Tentu saja obesitas tak bisa kita sepelekan. Pasalnya, menurut dr Esti, obesitas dapat memicu penyakit yang berbahaya dan beresiko kematian.

"Obesitas itu merupakan faktor risiko antara terjadinya penyakit tidak menular dan menyebabkan 5 kematian tertinggi," lanjutnya.

Adapun 3 penyakit mematikan yang dipicu oleh obesitas, yaitu:

  • Penyakit jantung (5,87 persen dari total kematian)
  • Diabetes (1,84 persen dari total kematian)
  • Penyakit ginjal (1,84 persen dari total kematian)

"Obesitas meningkatkan risiko hampir dua kali lipat sehingga mengalami diabetes melitus, serta hampir empat kali lipat berisiko mengalami komorbid diabetes melitus dan hipertensi," ucap dr Esti.



Simak Video "Cegah Obesitas Anak, Dokter Spesialis Sarankan Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/up)