ADVERTISEMENT

Rabu, 19 Jan 2022 07:30 WIB

Obesitas di RI Meningkat, Waspada Jika Lingkar Pinggang Sudah Selebar Ini

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
obesitas Lingkar pinggang menjadi indikator penting obesitas (Foto: iStock)
Jakarta -

Obesitas adalah penumpukan lemak yang tidak normal atau berlebih di dalam tubuh. Jika dibiarkan begitu saja, kondisi ini dapat menyebabkan sejumlah komplikasi penyakit serius, termasuk diabetes hingga penyakit jantung.

Kondisi ini umumnya dapat terjadi pada siapa saja, baik itu balita hingga dewasa. Berdasarkan Global Nutrition Report 2021, pengidap obesitas pada usia 18 tahun ke atas (dewasa) mengalami peningkatan dari tahun-ke tahun, yaitu sebesar 14,8 persen di tahun 2013 menjadi 21,8 persen di tahun 2018.

"Masalah obesitas pada usia dewasa di atas 18 tahun semakin meningkat dan targetnya di 2024 tidak melebihi 21,8 persen," kata Pungkas Bahjuri Ali, Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat Kementerian PPN/Bappenas, Selasa (18/1/2022).

Obesitas umumnya dapat disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya masalah gizi atau stunting.

"Anak stunting memiliki risiko menjadi obesitas, dan kemungkinan akan menjadi besar. Selain karena kondisi tinggi badannya yang tidak mencapai optimal, juga karena kekurangan gizi di masa lalu," tutur dr Dhian Probhoyekti, Direktur Gizi Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan.

Selain karena stunting, obesitas juga dapat disebabkan akibat kurangnya aktivitas fisik, kurang konsumsi buah dan sayur, serta tingginya konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL).

Lantas bagaimana upaya pencegahan obesitas? Menurut Pungkas, kondisi ini dapat dicegah melalui upaya promotif dan preventif dengan pembudayaan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas).

Sementara itu, Prof Hardiansyah MS, Guru Besar Ilmu Gizi Fema IPB University, juga menambahkan sejumlah tips untuk mencegah obesitas loh. Berikut informasinya:

1. Pahami penyebabnya

Penyebab obesitas bukan hanya aktivitas fisik yang kurang dan banyaknya mengonsumsi makanan, tetapi juga bisa terjadi akibat berbagai faktor, seperti stres, pola tidur yang buruk, dan lainnya.

"Penyebab obesitas itu bukan hanya aktivitas fisik yang kurang, bukan hanya soal makanan. Itu memang dua penyebab utama. Tapi, macam-macam sebenarnya. Kalau pada orang dewasa dan remaja itu bisa disebabkan oleh stres. Stres itu bisa menimbulkan atau meningkatkan inflamasi. Inflamasi bisa meningkatkan timbunan lemak," kata Hardiansyah.

"Kurang tidur dan kelebihan tidur itu juga meningkatkan hormon ghrelin, jadi bawaannya lapar melulu. Begitu ada makanan disikat abis, nah itu gawat," lanjutnya.

Lingkar pinggang juga menjadi indikator penting obesitas. Bagaimana mengukurnya? Simak halaman berikut.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Ini Kesalahan Buka Puasa yang Bikin Badan Jadi Gemuk"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT