Rabu, 09 Mar 2022 08:07 WIB

PPKM Melonggar, RI Mulai Bersiap Hidup 'Damai' dengan Corona

Firdaus Anwar - detikHealth
Sejumlah calon penumpang bersiap menaiki bus di Terminal Bekasi, Jawa Barat, Senin (19/7/2021). Menurut data UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah) Terminal Bekasi, pemudik tujuan Sumatera dan Jawa jelang Hari Raya Idul Adha pada PPKM Darurat mengalami penurunan 70% persen dengan rata-rata jumlah penumpang sebanyak 250 orang per hari. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/wsj. Foto ilustrasi: ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah
Jakarta -

Beberapa daerah di Indonesia mulai menurunkan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) seiring tren kasus COVID-19 yang membaik. Terkait hal tersebut, salah satu aturan terbaru yang kini jadi sorotan adalah dihilangkannya kewajiban tes antigen atau PCR bagi pelaku perjalanan domestik yang sudah divaksinasi.

Sebelumnya para pelaku perjalanan domestik diwajibkan menunjukkan hasil tes negatif sebelum bepergian demi mencegah penyebaran kasus COVID-19.

Juru bicara program vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Siti Nadia Tarmizi menjelaskan keputusan menghilangkan kewajiban tes di antaranya dilatarbelakangi oleh tingkat cakupan vaksinasi dan antibodi masyarakat Indonesia. Dengan cakupan dosis kedua vaksin mencapai 71 persen dan survei melihat 80 persen orang memiliki antibodi, masyarakat dianggap sudah terlindungi.

Pelonggaran aturan syarat perjalanan domestik diakui Nadia mungking saja menyebabkan kenaikan kasus COVID-19. Namun ia menyebut pemerintah sudah memiliki langkah mitigasi karena Indonesia akan menuju fase hidup berdamai dengan COVID-19.

"Kalaupun kondisi itu terjadi, KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) sudah terbiasa untuk menangani dan mengantisipasi kasus seperti ini," ujar Nadia dalam konferensi pers daring, Selasa (9/3/2022).

"Pada prinsipnya kita akan hidup berdamai dengan COVID-19, oleh karena itu penting proteksi pada diri kita dan orang lain," pungkasnya.

Simak Video 'Epidemiolog Sebut PPKM Tidak Boleh Hilang Meski Lebaran Ada Pelonggaran':

[Gambas:Video 20detik]



(fds/up)