ADVERTISEMENT

Rabu, 09 Mar 2022 21:30 WIB

9 Tanda dan Gejala Penyakit Ginjal, Pembunuh Nomor 10 di Indonesia

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
ilustrasi sakit perut Ilustrasi sakit ginjal (Foto: iStock)
Jakarta -

Hari Ginjal Sedunia diperingati setiap tahun pada Kamis pekan kedua bulan Maret, yang artinya tahun ini jatuh tanggal 10 Maret 2022. Dalam memperingati Hari Ginjal Sedunia 2022, para pakar memberikan informasi seputar penyakit ginjal.

Penyakit Ginjal Kronik (PGK) sendiri merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan kematian global sebesar 4,6 persen pada tahun 2017 lalu. Angka tersebut diperkirakan akan tersebut meningkat dan menjadi penyebab kematian tertinggi ke-5 di seluruh dunia pada tahun 2040.

Prevalensi penyakit ginjal kronis di Indonesia diklaim meningkat setiap tahunnya dan bahkan meraih peringkat ke-10 sebagai penyebab kematian.

"Menurut IHME Global Burden of Disease tahun 2019, untuk di dunia penyakit chronic kidney ini menyebabkan kematian nomor 11, namun di Indonesia dari data tersebut penyakit chronic kidney di nomor 10, yaitu sebanyak 42.131 kematian," tutur dr Elvieda Sariwati MEpid, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan RI, dalam webinar virtual Hari Ginjal Sedunia, Rabu (9/3/2022).

Penyakit ginjal kronis (PGK) dan gejala yang terkait dapat mengganggu kualitas hidup pasien dan membatasi kehidupan sehari-hari. Itu mengapa sangat penting mendeteksi dini gejalanya agar bisa mendapatkan pengobatan.

Lantas, seperti apa gejalanya? Tony Richard Samosir, Ketua Umum Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) pun membeberkan 9 gejala umum yang patut diwaspadai, seperti:

  • Mudah lelah
  • Mobilitas Terbatas
  • Nyeri
  • Stres/mudah cemas
  • Gangguan kognitif
  • Sulit tidur
  • Kram
  • Kaki gelisah
  • Gangguan pencernaan

"Gejala klinis, kita mudah lelah dan lainnya," tuturnya

Dalam kesempatan yang sama, Tony juga mengungkapkan dampak penyakit ginjal sangat mempengaruhi kehidupan pasien, baik itu keterbatasan dalam aktivitas sosial, keuangan, perubahan gaya hidup, dan pola diet.

"Mereka memiliki keterbatasan-keterbatasan dalam beraktivitas tentunya, baik itu pekerjaan, bepergian, pendidikan, serta keluarga dan sahabat," lanjutnya.

Oleh karena itu, adanya penanggulangan dan Hari Ginjal Sedunia ini diharapkan tidak ada lagi kesenjangan pelayanan kesehatan di masyarakat terkait masalah ginjal, mengurangi ketidaktahuan masyarakat, dan meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya tahu penyakit ginjal.

Selamat Hari Ginjal Sedunia 2022



Simak Video "Mengenal 2 Penyebab Penyakit Ginjal Kronis di Hari Ginjal Sedunia"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT