ADVERTISEMENT

Kamis, 10 Mar 2022 06:40 WIB

Tragis Bocah 6 Tahun di Ukraina Tewas Dehidrasi, 8 Hari Tanpa Makan-Minum

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
A firefighter holds the baby of a refugee fleeing the conflict from neighboring Ukraine at the Romanian-Ukrainian border, in Siret, Romania, Monday, March 7, 2022. (AP Photo/Andreea Alexandru) Invasi Rusia ke Ukraina. (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Seorang bocah berusia 6 tahun di Ukraina dikabarkan tewas akibat dehidrasi. Kejadian nahas ini disebut terjadi di tengah Mariupol, setelah penembakan pasukan Rusia menghancurkan gedung dan menewaskan ibunya.

"Kami tidak dapat mengatakan berapa lama warga Mariupol kami yang kecil dan kuat telah berjuang untuk hidupnya. Kami tidak dapat membayangkan berapa banyak penderitaan yang harus ditanggung oleh seorang anak yang tidak bersalah," kata Walikota Vadym Boichenko, dikutip dari Reuters.

Dalam sebuah unggahan di media sosial, Boichenko menyebutkan nama depan bocah itu: Tanya.

Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan tidak dapat diterima bahwa seorang anak bisa tewas dengan cara seperti itu di abad ke-21.

"Pada 2022, karena dehidrasi," katanya dalam pidato video, menyamakan krisis kemanusiaan di beberapa kota Ukraina dengan yang diciptakan oleh invasi Nazi selama Perang Dunia Kedua.

Efek dehidrasi

Efek dehidrasi akan sangat parah bagi tubuh manusia, terutama pada anak-anak. Tubuh manusia berisi kira-kira 75 persen air. Tanpa air, sel-sel dalam tubuh tidak dapat bertahan hidup.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), gejala dehidrasi sedang adalah:

  • mulut dan lidah kering
  • kegelisahan dan lekas marah
  • mata cekung
  • merasa haus
  • buang air kecil lebih sedikit

Sementara dehidrasi berat dapat menyebabkan:

  • kelesuan
  • ketidaksadaran
  • nadi lemah atau tidak ada
  • mulut dan lidah sangat kering
  • tekanan darah rendah
  • buang air kecil sangat sedikit atau tidak sama sekali

Dehidrasi berat sangat bisa mengancam nyawa dan menyebabkan kematian. Dehidrasi berat dapat menyebabkan kegagalan multi-sistem sehingga dianggap sebagai kondisi yang mengancam jiwa yang memerlukan perawatan rumah sakit yang mendesak.

Simak Video 'Rudal Rusia Hantam RS Anak di Mariupol, 17 Orang Luka-luka':

[Gambas:Video 20detik]



(kna/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT