ADVERTISEMENT

Kamis, 10 Mar 2022 06:02 WIB

AS Kecam Serangan Rusia ke RS Anak di Ukraina, Pasien Tertimbun Reruntuhan

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Ukrainian military track burns at an air defence base in the aftermath of an apparent Russian strike in Mariupol, Ukraine, Thursday, Feb. 24, 2022. Russian troops have launched their anticipated attack on Ukraine. Big explosions were heard before dawn in Kyiv, Kharkiv and Odesa as world leaders decried the start of Russian invasion that could cause massive casualties and topple Ukraines democratically elected government. (AP Photo/Evgeniy Maloletka) Ilustrasi (Foto: AP/Evgeniy Maloletka)
Jakarta -

Amerika Serikat mengecam pengeboman rumah sakit anak di Ukraina. Dikabarkan, serangan udara Rusia mengubur pasien di bawah reruntuhan meski ada kesepakatan gencatan senjata untuk mengeluarkan warga dari Kota Mariupol.

Dikutip dari Reuters, serangan tersebut dilaporkan melukai wanita yang sedang bersalin dan mengubur anak-anak di reruntuhan. Ini merupakan insiden terbaru dalam invasi 14 hari, sebuah serangan terbesar di Eropa sejak 1945.

Penghancuran ini terjadi di tengah janji Rusia untuk menghentikan penembakan untuk memberi kesempatan warga sipil keluar dari kota yang selama lebih dari sepekan bertahan tanpa air dan listrik. Meski demikian, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyebut tentaranya tidak menargetkan warga sipil.

Menteri luar negeri Ukraina mengunggah video yang dia sebut sebagai rumah sakit, menunjukkan lubang dengan jendela yang seharusnya ada di lantai tiga sebuah bangunan. Tumpukan puing-puing bertebaran di sekitar lokasi.

"Mengerikan melihat penggunaan kekuatan militer secara bar-bar terhadap warga sipil tidak bersalah di sebuah negara berdaulat," kata juru bicara gedung putih Jen Psaki, dikutip dari Reuters.

Simak Video 'Rudal Rusia Hantam RS Anak di Mariupol, 17 Orang Luka-luka':

[Gambas:Video 20detik]



(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT