Kamis, 10 Mar 2022 18:40 WIB

Awas, Jangan Kalap! Berlebihan Minum Vitamin C dan D Bisa Bahayakan Ginjal

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
A close up shot of sliced and squeezed oranges a glass of orange juice and a glass full of orange flavored vitamin C Pills. Eat the orange, drink the juice or take a pill. Ilustrasi vitamin C (Foto: Getty Images/iStockphoto/DebbiSmirnoff)
Jakarta -

Di masa pandemi seperti sekarang ini, menjaga tubuh agar tetap sehat menjadi hal yang wajib dilakukan. Selain menjaganya dengan pola hidup yang baik, mengkonsumsi vitamin C dan D juga sangat penting untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Namun, mengkonsumsi vitamin yang berlebihan atau tak sesuai takaran dosis dapat berisiko menyebabkan penyakit ginjal, apalagi jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang panjang. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh dokter spesialis penyakit dalam sekaligus konsultan ginjal hipertensi, dr Aida Lydia, spPD-KGH.

"Di zaman pandemi ini kan banyak masyarakat kita mengkonsumsi vitamin, terutama yang banyak dikonsumsi itu adalah vitamin C dan vitamin D. Jadi intinya sesuatu yang berlebihan kita konsumsi itu tidak baik, jadi kita memang boleh mengkonsumsi dan itu baik, tetapi sesuai dengan kebutuhan tubuh kita," tuturnya dalam webinar virtual Hari Ginjal Sedunia, Rabu (9/3/2022).

Menurutnya, apabila seseorang mengkonsumsi vitamin C dengan dosis tinggi bisa menyebabkan gangguan seperti kristal oksalat di ginjal. Begitu juga dengan vitamin D yang tak boleh dikonsumsi secara berlebihan.

"Terlalu tinggi vitamin C itu bisa menyebabkan gangguan, itu bisa menyebabkan terbentuknya kristal-kristal khususnya kristal oksalat di ginjal. Pada umumnya tidak sampai mengganggu fungsi ginjal.Tapi kalau dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama sekali untuk dosis yang sangat tinggi ada kemungkinan juga akan mengganggu," katanya.

"Kalau untuk vitamin D juga demikian, jadi vitamin D itu ada batas dosisnya dan kita bisa periksa kadar vitamin D di dalam darah dan kebutuhan setiap orang itu berbeda-beda," lanjutnya.

dr Aida juga mengungkapkan selain mengkonsumsi vitamin D dalam bentuk obat, masyarakat juga bisa mendapatkannya dengan cara berjemur diri.

"Dan jangan lupa vitamin D bisa ditingkatkan dengan berjemur dengan sinar matahari. Jadi tidak selalu mengkonsumsi vitamin dalam bentuk obat," sambungnya lagi.

Meskipun demikian, bagi masyarakat yang menjalani isoman dan mendapatkan obat-obatan dari Kementerian Kesehatan RI berupa vitamin C dan D, tak perlu merasa khawatir. Pasalnya, pemberian vitamin tersebut sudah diatur sesuai takaran dosis yang tepat.



Simak Video "Selain Vitamin D, Asupan Mikronutrien Lain Penting Loh untuk Imun"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/up)