Kamis, 10 Mar 2022 20:30 WIB

Studi: Orang yang Divaksin Lengkap Kemungkinan Kecil Alami Long COVID

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Program vaksinasi COVID-19 terus digencarkan di kawasan Ibu Kota. Vaksinasi massal itu dilakukan untuk memenuhi target 1 juta vaksinasi per hari. Vaksin COVID-19 (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Sebuah studi penelitian yang dilakukan oleh Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) menemukan bahwa orang yang sudah mendapatkan vaksin COVID-19 lengkap (dosis 1 dan 2) cenderung kemungkinan lebih kecil mengalami long COVID atau gejala yang berkepanjangan.

Penelitian tersebut menilik 15 studi nasional dan internasional mengenai dampak long COVID dengan membandingkan orang yang belum dan sudah divaksin COVID-19. Hasilnya, orang yang divaksinasi dosis lengkap (1 dan 2) lebih kecil kemungkinannya mengalami gejala long COVID-19 dibandingkan orang yang belum divaksinasi.

Hasil tersebut juga berlaku untuk orang-orang yang sudah divaksin, namun terinfeksi virus Corona.

"Studi-studi ini menambah manfaat potensial dari menerima vaksinasi COVID-19 secara penuh. Vaksinasi adalah cara terbaik untuk melindungi diri Anda dari gejala serius saat Anda terinfeksi dan juga dapat membantu mengurangi dampak jangka panjang," tutur Dr Mary Ramsay, Kepala Imunisasi di UKHSA.

"Bagi kebanyakan orang, gejala COVID yang lama berumur pendek dan sembuh dari waktu ke waktu. Tetapi bagi sebagian orang, gejalanya bisa lebih parah dan mengganggu kehidupan sehari-hari mereka," lanjutnya.

Diperkirakan sekitar 2 persen dari populasi Inggris telah melaporkan gejala long COVID atau sindrom pasca-COVID yang dapat berlangsung selama lebih dari 4 minggu setelah infeksi awal. Adapun 3 gejala umum long COVID yang dapat berupa kelelahan, sesak napas, dan nyeri otot atau sendi.



Simak Video "Epidemiolog Tegaskan Sering Terinfeksi Covid-19 Tak Bikin Tubuh Kian Kebal"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/up)