Rabu, 09 Mar 2022 21:00 WIB

14 Gejala Long COVID yang Bisa Muncul Usai Sembuh dari Omicron

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Aturan Isoman Omicron: Syarat Klinis dan Syarat Rumah Foto: Agung Pambudhy/detikcom
Jakarta -

Sebagian penyintas COVID-19 melaporkan mengalami sejumlah gejala bahkan setelah dinyatakan negatif. Bahkan ada yang tetap mengeluhkan gejala dalam berbulan-bulan.

Beberapa ahli juga menduga infeksi varian Omicron pada beberapa pasien memperbesar risiko terjadinya long COVID.

Menurut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC), Long COVID adalah kondisi pasien Corona yang mengalami gejala selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan setelah dinyatakan negatif.

"Meskipun ada beberapa indikasi bahwa varian Omicron menyebar lebih mudah, untungnya, data awal tampaknya menunjukkan bahwa varian tersebut dapat menyebabkan penyakit yang lebih ringan dalam populasi," kata Dr Scott Lillibridge, ahli epidemiologi, dan direktur International Medical Corps.

Berikut sejumlah gejala long COVID-19 yang dilaporkan ZOE Covid Study:

Gejala Long COVID

  • Kelelahan ekstrim
  • Sesak napas
  • Nyeri dada atau sesak
  • Masalah dengan memori dan konsentrasi (brain fog/kabut otak)
  • Sulit tidur (insomnia)
  • Palpitasi jantung atau jantung berdetak cepat
  • Pusing
  • Kesemutan
  • Nyeri sendi
  • Depresi dan merasa cemas
  • Tinnitus (telinga berdenging), sakit telinga
  • Merasa tidak enak badan (diare, sakit perut, kehilangan nafsu makan, batuk, sakit kepala, sakit tenggorokan)
  • Perubahan indera penciuman atau perasa
  • Ruam kulit


Simak Video "WHO Jelaskan Cara Mengidentifikasi Kondisi Long Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)