Rabu, 09 Mar 2022 17:30 WIB

Minat Booster Anjlok Gara-gara Warga DKI Pilih-pilih Vaksin, Inikah Alasannya?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Kasus aktif Corona DKI Jakarta tembus 86 ribu kasus. Meningkatnya kasus COVID-19 imbas varian Omicron membuat warga di Jakarta ramai-ramai divaksin booster. Vaksin booster. (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengatakan keinginan warga untuk booster atau vaksinasi dosis ketiga masih rendah. Salah satu alasannya adalah karena pilih-pilih jenis booster.

"Banyak hal ya tentunya. Salah satunya adalah ada warga yang memilih jenis vaksin tertentu," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti.

Kepada detikcom, Nisa (25), mengatakan saat ini dirinya masih menunggu ketersediaan vaksin booster yang diincarnya. Meski di daerah rumahnya sudah ada yang menyediakan sentra vaksin booster, namun ia belum berminat karena tak ada jenis vaksin yang ia inginkan.

"Gue mau milih booster yang bisa dipakai ke LN dan KIPI-nya yang nggak terlalu heboh. dua kali Sinovac, ketiganya sih pengennya bisa milih," tutur wanita yang berprofesi sebagai pegawai BUMN di Jakarta Selatan ini.

Senada, AA (26), mengatakan jika memungkinkan, ia juga lebih memilih untuk bisa mendapatkan booster yang diinginkannya. Pria yang berprofesi sebagai pegawai swasta ini mengatakan mencari booster yang memiliki efektivitas di atas 95 persen.

"Gue primernya AstraZeneca, pengennya Moderna tapi karena lagi susah, ya gue nunggu aja sampai ada. toh gue juga udah dua kali vaksin, di PL juga udah hijau," bebernya.

Catatan Dinkes DKI yang dikutip dari situs corona.jakarta.go.id, sebanyak 1.508.032 orang di Jakarta telah disuntik booster. Sebanyak 82.753 di antaranya merupakan tenaga kesehatan.

Jarak vaksin booster COVID-19 diperpendek jadi 3 bulan setelah pemberian dosis kedua. Aturan ini berlaku bagi lansia dan masyarakat umum.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Efektivitas Booster Pfizer dan Moderna Nantinya akan Menurun "
[Gambas:Video 20detik]
dMentor
×
Gimmick Marketing
Gimmick Marketing Selengkapnya