Lansia Alami KIPI Setelah Vaksin COVID, Kapan Harus ke Dokter?

ADVERTISEMENT

Lansia Alami KIPI Setelah Vaksin COVID, Kapan Harus ke Dokter?

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Jumat, 11 Mar 2022 08:31 WIB
Partai NasDem menggelar vaksinasi booster untuk warga lansia di Jakarta. Tak hanya gelar vaksinasi booster, NasDem juga gelar vaksinasi biasa untuk anak-anak.
Lansia alami KIPI setelah vaksin COVID, kapan harus ke dokter? (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Pemerintah terus menggenjot pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi masyarakat luas, terutama kelompok rentan termasuk lansia yang cakupan vaksinasinya masih rendah.

Banyak warga yang masih menunda vaksinasi khawatir mengalami reaksi atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Padahal, mengalami KIPI setelah menerima vaksin merupakan suatu yang wajar dialami tubuh.

Membahas tentang KIPI pada lansia setelah menerima vaksinasi COVID-19, Ketua Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dr Sri Rezeki Hadinegoro menjelaskan bahwa KIPI terbagi menjadi dua yakni bersifat lokal dan sistemik.

"Reaksi di tempat suntikan, di lengan atas itu terasa bengkak, nyeri, merah, itu bersifat lokal. Yang kedua, reaksi sistemik itu umumnya seperti demam, mual, diare," jelas dr Sri dalam diskusi daring disiarkan BNPB, Kamis (10/3/2022).

Kapan Lansia Harus ke Dokter Jika Alami KIPI?

dr Sri mengingatkan, anggota keluarga di rumah harus memantau kondisi lansia minimal tiga hari setelah menerima vaksinasi COVID-19. Jika selama tiga hari lansia mengalami pusing, mual, atau nyeri pada tempat suntikan, dianjurkan untuk diberi pengobatan ringan.

"Bisa diberi obat ringan atau di kompres air dingin atau diberikan obat turun panas," saran dr Sri.

Namun jika lansia mengalami KIPI lebih dari tiga hari dan menunjukkan keluhan yang semakin parah, harus segera menghubungi dokter tempat lansia menerima vaksinasi COVID-19.

"Kalau lebih dari tiga hari, itu harus segera berobat. Misalnya sakit kepala makin berat atau demamnya makin tinggi," ucapnya.

"Di belakang kartu vaksin ada nomor yang bisa dihubungi. Jadi kalau lansia (mengalami) sakit kepala yang makin berat, hubungi nomor dokter yang bertanggung jawab," lanjut dr Sri.



Simak Video "Booster Kedua untuk Lansia Direstui, Bagaimana dengan Masyarakat Umum?"
[Gambas:Video 20detik]
(any/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT