Sabtu, 12 Mar 2022 18:00 WIB

WHO Waspadai Varian COVID-19 yang Bisa Muncul dari Binatang

Dzihni Ismah Hanifah - detikHealth
Geneva, Switzerland - December 03, 2019: World Health Organization (WHO / OMS) Logo at WHO Headquarters Kata WHO soal asal-usul COVID-19. (Foto ilustrasi: Getty Images/diegograndi)
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan akan memantau penularan COVID-19 di antara populasi hewan. Alasannya karena ada kekhawatiran sirkulasi COVID-19 di populasi hewan bisa mempermudah munculnya varian baru.

WHO bersama dengan Food and Agriculture Organization (FAO), dan World Organization for Animal Health (OIE) akan memprioritaskan pemantauan infeksi COVID-19 pada satwa liar dan mencegah pembentukan reservoir hewan.

Sejauh ini satwa liar tidak terbukti berperan dalam penyebaran COVID-19 pada manusia, tetapi penyebaran virus pada populasi hewan dapat mempengaruhi kesehatan populasi tersebut serta mendorong munculnya varian COVID-19 baru.

"FAO, OIE dan WHO mendorong semua negara untuk mengambil langkah-langkah yang bisa mengurangi risiko penularan SARS-CoV-2 di antara manusia dan satwa liar. Tujuannya mengurangi risiko kemunculan varian dan untuk melindungi manusia serta satwa liar," ungkap WHO seperti dikutip dari situs resminya pada Sabtu (12/3/2022).

Sejauh ini hewan yang telah diamati bisa terinfeksi COVID-19 yaitu cerpelai, musang, rusa berekor putih dan kera besar Amerika Utara.

Cerpelai dan hamster peliharaan telah terbukti mampu menginfeksi manusia dengan COVID-19, sementara kasus potensial penularan antara rusa berekor putih dan manusia saat ini sedang ditinjau.

Hewan dengan virus Corona bisa saja menjadi sumber baru infeksi corona yang memicu kekhawatiran internasional.



Simak Video "Faktor yang Memengaruhi Keparahan Pasien Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)