Senin, 14 Mar 2022 06:00 WIB

Pernah Iseng Amati Diameter Feses? Waspadai Gejala Kanker Jika Ada Keanehan Ini

Tasya Kania Azzahra Choerunisa - detikHealth
Man suffers from diarrhea is sitting on toilet bowl and toilet paper roll near his legs - diarrhea concept Gangguan pola BAB bisa menandakan risiko kanker (Foto: Getty Images/iStockphoto/andriano_cz)
Jakarta -

Salah satu kanker terbanyak keempat menurut Global Cancer Observatory tahun 2018 adalah kanker kolorektal. Kanker yang menyerang usus besar dan usus bagian bawah (anus) ini juga bisa terjadi pada siapa saja.

Umumnya kanker kolorektal terjadi karena adanya gangguan pencernaan yang terjadi secara terus menerus. Terutama bila terjadi selama 6 minggu berturut-turut, Anda wajib melakukan pemeriksaan.

Gangguan pencernaan yang terjadi biasanya seperti diare dan konstipasi selama berhari-hari.

Konsultan bedah saluran cerna dr Fajar Firsyada, pada webinar Deteksi Dini dan Tatalaksana Kanker Kolorektal, Minggu (13/03/2022) menjelaskan perubahan diameter fese juga menjadi gejala kanker kolorektal.

"BAB (Buang Air Besar) nggak tuntas. Kok ada rasa ingin BAB tapi nggak pengen BAB lagi. Akhirnya terjadi perubahan kaliber atau diameter dari pada fesesnya. Fesesnya menjadi kecil-kecil, maaf seperti kotoran kambing," terangnya.

Perubahan bentuk feses atau pengecilan feses ini juga terjadi karena Buang Air Besar yang tertahan berhari-hari.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Kanker Serviks, Kanker Reproduksi Wanita yang Bisa Dicegah"
[Gambas:Video 20detik]