ADVERTISEMENT

Senin, 14 Mar 2022 17:58 WIB

Terkuak, Menkes Beberkan Alasan Omicron di Hong Kong Mematikan

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Refrigerated containers to store corpses are placed at a parking lot as mortuaries run out of space, following the coronavirus disease (COVID-19) outbreak in Hong Kong, China, March 5, 2022. REUTERS/Tyrone Siu Menkes beberkan alasan Omicron mematikan di Hong Kong. (Foto: REUTERS/Tyrone Siu)
Jakarta -

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengungkap alasan mengapa kasus COVID-19 melonjak drastis di Hong Kong. Tidak hanya penambahan kasus harian yang tinggi, tetapi angka kematian COVID-19 juga ikut mencetak rekor baru.

Budi mengakui terjadi peningkatan subvarian BA.2 Omicron di negara tersebut, 'Son of Omicron' mulai mendominasi banyak wilayah. Terlebih, angka vaksinasi lansia masih tercatat rendah, jauh tertinggal dari banyak negara.

"Khusus untuk Hong Kong kenapa kejadian peningkatan kematian yang tinggi, sudah kami amati bahwa peningkatan vaksinasi lengkap golongan lansia di Hong Kong masih sangat rendah yaitu sekitar 26 persen," beber dia dalam konferensi pers Senin (14/3/2022).

Alasan Omicron Mematikan di Hong Kong

"Dan hampir seluruh kematian yang terjadi di Hong Kong yang memenuhi hampir seluruh rumah sakit2 itu terjadi di lansia. Ini merupakan pelajaran yang sangat berharga bagi kita nantinya," sambung dia.

Berdasarkan pengamatan para ahli, varian Omicron sebenarnya berisiko lebih rendah memicu kondisi parah hingga kematian dibandingkan COVID-19 varian Delta.

"Kami mengamati bahwa pasien COVID-19 yang terkena varian Delta empat kali lebih tinggi untuk meninggal dibandingkan pasien yang terkena Omicron," pungkas dia.



Simak Video "Jangan Euforia Dulu! Epidemiolog Minta Waspada soal BA.2"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT