ADVERTISEMENT

Selasa, 15 Mar 2022 07:30 WIB

Jangan Abaikan Nyeri Dada, Bisa Jadi Penyebab Penyakit Kronis

Patrick - detikHealth
Heart attack symptom Nyeri dada (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Nyeri dada bukanlah hal yang bisa diabaikan. Perlu diketahui, bahwa kondisi ini memiliki banyak kemungkinan penyebab suatu penyakit. Dalam banyak kasus, nyeri dada berkaitan dengan penyakit jantung. Tapi nyeri dada juga bisa disebabkan oleh masalah di paru-paru, kerongkongan, otot, tulang rusuk, atau saraf.

Beberapa dari kondisi ini dapat mengancam nyawa seseorang jika tidak ditangani. Jika mengalami nyeri dada, satu-satunya cara untuk memastikan penyebabnya adalah dengan memeriksakan diri ke dokter.

Empat Penyebab Nyeri Dada

Dikutip dari WebMD, ada setidaknya empat penyebab nyeri dada. Di antaranya butuh pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter.

1. Serangan jantung

Berkurangnya aliran darah melalui pembuluh darah dapat menyebabkan kematian sel otot jantung. Meskipun mirip dengan nyeri dada akibat jantung koroner atau angina, serangan jantung biasanya akan menyebabkan rasa nyeri yang lebih parah. Rasa nyeri ini biasanya dirasakan di bagian tengah atau sisi kiri dada dan tidak hilang dengan cepat. Rasa sakit ini juga disertai dengan berkeringat, mual, sesak napas, atau kelelahan.

2. Radang selaput paru-paru

Penyakit yang dikenal sebagai pleuritis ini adalah peradangan atau iritasi pada lapisan paru-paru dan dada. Seseorang mungkin akan merasakan nyeri saat bernapas, batuk, atau bersin. Penyebab paling umum dari radang selaput paru-paru adalah infeksi bakteri atau virus, emboli paru, dan pneumotoraks. Penyebab lainnya adalah rheumatoid arthritis, lupus, dan juga kanker.

3. Penyakit gastroesophageal reflux (GERD)

Nyeri dada bisa jadi karena GERD. Penyakit yang dikenal juga sebagai asam lambung, GERD dapat terjadi ketika isi perut kembali ke tenggorokan. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa asam di mulut dan sensasi terbakar di dada atau tenggorokan, atau biasa dikenal sebagai mulas. Hal-hal yang dapat memicu asam lambung adalah merokok, makanan pedas atau berlemak, hingga kelebihan berat badan. Sakit jantung dan mulas akibat asam lambung terasa sangat mirip sebagian karena jantung dan kerongkongan terletak berdekatan satu sama lain dan berbagi jaringan saraf.

4. Otot dada yang tegang

Terakhir, nyeri dada bisa disebabkan karena otot yang tegang. Bahkan batuk yang sangat keras dapat melukai otot dan tendon di antara tulang rusuk, sehingga menyebabkan nyeri dada. Rasa sakit ini bisa semakin memburuk jika tidak diiringi dengan istirahat.



Simak Video "Tips Agar Tak Kena Nyeri Punggung Bawah saat WFH"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT