Rider MotoGP Johann Zarco Suka Makan Mi Pakai Nasi, Sehat Nggak Sih?

ADVERTISEMENT

Rider MotoGP Johann Zarco Suka Makan Mi Pakai Nasi, Sehat Nggak Sih?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Rabu, 16 Mar 2022 19:16 WIB
JEREZ DE LA FRONTERA, SPAIN - MAY 06:  Johann Zarco of France and Monster Yamaha Tech 3  celebrates the MotoGP second place on the podium at the end of the MotoGp race during the MotoGp of Spain - Race at Circuito de Jerez on May 6, 2018 in Jerez de la Frontera, Spain.  (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Johann Zarco. (Foto: Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Jakarta -

Rider MotoGP Johann Zarco baru-baru ini mengungkapkan makanan khas Indonesia yang disukainya. Zarco mengatakan pernah menyantap nasi goreng.

Selain itu, dalam sesi wawancara eksklusif dengan Trans 7, ia juga mengaku pernah makan nasi dicampur mi. Kombinasi makanan satu ini memang cukup jarang dijumpai di negara lain.

"Saya suka nasi goreng, dan ada juga nasi dengan mi. Saya rasa itu enak," kata Zarco.

Mi memang menjadi salah satu makanan yang banyak disukai orang. Tak jarang banyak orang menambahkan nasi saat mengkonsumsinya. Tapi, bahaya nggak sih makan mi dan nasi secara bersamaan?

Menurut Ketua Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA) Wilayah Jabodetabek Prof Dr dr Mardi Santoso, DTM&H, SpPD-KEMD, FINASIM, FACE, mengkonsumsi mi dengan nasi secara bersamaan itu boleh-boleh saja. Tetapi, perlu adanya proses pembakaran yang seimbang.

"Mi ini kan kira-kira sama kayak konsumsi nasi 1 setengah gelas. Jadi kalau sudah makan nasi pakai mi ya aktivitas gerak atau pembakaran harus seimbang. Kalau dibarengi olahraga dan aktivitas banyak, ya nggak apa makan mi instan dan nasi," katanya pada detikcom beberapa waktu lalu.

Hal ini senada dengan dr Rudi Kurniawan dari Sobat Diabet. Ia mengatakan makan mi dan nasi bukanlah kombinasi makanan yang ideal, sebab keduanya mengandung karbohidrat yang tinggi.

Tapi, tenang saja kedua makanan ini masih bisa dikonsumsi kok. Syaratnya, pembakaran kalori yang keluar harus seimbang dengan apa yang sudah dikonsumsi.

"Karbohidrat memang perlu. Kalau aktivitas kita ekstra, kebutuhan kalorinya kan juga lebih banyak. Jadi emang harus seimbang apa yang masuk dengan keluar," jelas dr Rudi.



Simak Video "Rangkaian G20-MotoGP, Indonesia Harus Didukung Mitigasi yang Kuat"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT