Kamis, 17 Mar 2022 11:41 WIB

Viral Penerima Vaksin COVID-19 Sekarat karena Miokarditis, Ini Faktanya

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Warga di Dieng Batur, Banjarnegara, antusias ikuti kegiatan vaksinasi COVID-19 massal. Seperti diketahui, vaksinasi gencar dilakukan demi capai herd immunity. Vaksinasi COVID-19. (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Beredar video di media sosial yang menyebut seorang pejabat tinggi kesehatan Australia mengakui orang yang divaksinasi COVID-19 sekarat karena miokarditis.

Faktanya, video tersebut telah dipotong dan dibagikan dengan konteks yang keliru.

Menurut penelusuran tim cek fakta Agence France-Presse (AFP), video tersebut merupakan rekaman pidato Kepala Petugas Kesehatan Queensland John Gerrard saat berbicara tentang kematian miokarditis pada pasien Corona, bukan orang yang divaksinasi COVID-19.

"Komentar yang dibuat oleh Dr John Gerrard dalam video itu sebagai tanggapan atas pertanyaan wartawan tentang pasien positif COVID-19 yang meninggal di rumah," kata seorang juru bicara kepada AFP.

Regulator Obat Australia juga turut menegaskan bahwa sejauh ini belum mencatat kematian miokarditis yang disebabkan oleh vaksin COVID-19.

Berdasarkan laporan keamanan vaksin COVID-19 dari Therapeutic Goods Administration (TGA) Australia, pada 10 Maret 2022 menyebutkan jika miokarditis merupakan efek samping, tetapi sangat jarang terjadi pada vaksin Pfizer dan Moderna.

Meski demikian, biasanya efek tersebut hanya sementara, dan kebanyakan orang menjadi lebih baik dalam beberapa hari.



Simak Video "Fenomena Vaksin Covid-19 Kedaluwarsa di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)