Kamis, 02 Des 2021 14:32 WIB

Varian Omicron Sudah Ada Sejak Juli 2021? Kominfo: HOAX!

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Virus In Red Background - Microbiology And Virology Concept Kominfo pastikan informasi soal varian Omicron ada sejak Juli 2021 adalah hoaks. (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/loops7)
Jakarta -

Belum lama ini, sebuah informasi beredar di media sosial Twitter yang menyebutkan bahwa varian Omicron, julukan untuk varian B.1.1.592, sudah ada sejak Juli 2021 lalu.

Dalam unggahan tersebut juga menilai Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah keliru tentang pengumuman COVID-19 varian Omicron ini.

Unggahan ini merujuk pada laporan dalam salah satu artikel dari situs World Economic Forum (WEF). Di unggahan tersebut juga memuat tautan dari laman resmi dari WHO yang menyatakan bahwa Omicron pertama kali dilaporkan di Afrika Selatan pada 24 November 2021.



Faktanya, berdasarkan keterangan dalam laman resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), klaim varian Omicron yang disebut sudah ada sejak Juli 2021 lalu itu adalah informasi yang keliru.

Artikel WEF yang berjudul 'Explainer: This is how scientists detect new variants of COVID-19' memang dipublikasikan pada 12 Juli 2021, dan di dalamnya juga memang menyebut varian B.1.1.592. Namun, di bagian awal artikel itu dituliskan keterangan yang menyebutkan bahwa tulisan sudah disunting pada 26 November 2021.

"Artikel ini awalnya diterbitkan pada 12 Juli 2021. Artikel ini diperbarui pada 26 November untuk menyertakan informasi tentang varian baru, B.1.1.592," tulis dalam artikel tersebut.

Reuters juga melaporkan di dalam dua arsip artikel WEF tersebut, yaitu versi 12 Juli serta September 2021, tidak ditemukan adanya informasi soal varian B.1.1.592 atau Omicron ini. Informasi varian ini baru dimunculkan pada 26 November 2021.



Simak Video "Jangan Euforia Dulu! Epidemiolog Minta Waspada soal BA.2"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)