Kamis, 17 Mar 2022 15:00 WIB

Penting! IDAI Beberkan Gejala 'Son of Omicron' BA.2 pada Anak

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Lonjakan COVID-19 yang saat ini terjadi di Indonesia tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga anak-anak. IDAI beberkan gejala Omicron BA.2 pada anak (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta -

Gejala varian Omicron BA.2 pada anak dan orang dewasa terkadang memiliki sejumlah kesamaan tetapi ada beberapa ciri yang bisa dibedakan. Subvarian BA.2 menjadi kekhawatiran baru lantaran penyebarannya disebut lebih cepat dibandingkan subvarian Omicron BA.1.

Orangtua perlu memahami, meski gejala varian Omicron BA.2 terbilang ringan tetapi dapat menyebabkan kematian pada anak yang berisiko. Lantas, seperti apa gejala Omicron BA.2 pada anak?

Gejala Omicron BA.2 pada Anak

Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Yogi Prawira, SpA(K) memaparkan ada beberapa gejala COVID-19 Omicron BA.2 yang kemungkinan dirasakan anak. Gejalanya seperti:

  • Demam
  • Gejala pada pernapasan atas
  • Gejala pada saluran cerna (diare, sakit perut)
  • Gejala di susunan saraf pusat (kejang, perubahan perilaku, ensefalitis atau dikenal dengan brain fog)

"Hati-hati ya, kami menemukan kasus pada tiga remaja dan tidak jelas paparan COVID-nya. Mereka mengalami demam dan perubahan perilaku, ini mirip-mirip ensefalitis," ungkap dr Yogi dalam diskusi daring, Kamis (17/3/2022).

Kemungkinan anak bisa tertular Omicron karena kendornya protokol kesehatan. Maka dari itu, dr Yogi mengingatkan kepada orangtua untuk selalu memperhatikan kondisi anak di tengah pandemi COVID-19 terutama mereka yang memiliki komorbid.

"Kita sebagai orangtua harus lebih berhati-hati, bekali anak dengan protokol kesehatan, menggunakan masker itu bukan opsi tetapi cara terbaik kita mencegah penyebaran (COVID-19)," imbaunya.

(any/naf)