Kamis, 17 Mar 2022 17:00 WIB

Penting! Hal yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan Usai Booster COVID-19

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Vaksinasi COVID-19 terus dilakukan. Salah satunya diberikan untuk warga negara asing (WNA) yang tinggal di Jakarta. Booster COVID-19 (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Pemerintah telah menggelar vaksin booster COVID-19 atau dosis ketiga pada Rabu, 12 Januari 2022 lalu. Pemberian vaksin ini berguna untuk meningkatkan imunitas tubuh masyarakat terhadap perburukan gejala hingga varian baru COVID-19, seperti Omicron.

Adapun syarat vaksin booster COVID-19 yang perlu diketahui masyarakat, yaitu:

  • Berusia 18 tahun ke atas
  • Sudah menerima vaksin ke-2 dengan jarak minimal 3 bulan
  • Kelompok prioritas vaksin booster adalah orang lanjut usia (lansia) dan penderita immunocompromised
  • Sudah Memiliki tiket vaksin di PeduliLindungi.

Sama seperti vaksin primer atau lengkap (dosis 1 dan 2), booster COVID-19 juga berisiko memicu Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Beberapa orang kemungkinan mengalami efek samping, terutama saat kondisi tubuhnya tak cukup bugar saat menerima vaksin.

Hal yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan Usai Booster COVID-19

Lantas, apa hal yang boleh dan tak boleh dilakukan setelah menerima vaksin booster COVID-19? Berikut sejumlah tips yang bisa diterapkan guys.

Hal yang Boleh Dilakukan Usai Vaksin Booster COVID-19

1. Sediakan Waktu

Tak ada salahnya untuk mengambil cuti setengah hari atau sehari besoknya usai menerima vaksin booster COVID-19. Pasalnya, tak sedikit orang yang merasakan efek samping dari vaksin booster COVID-19, seperti ngantuk atau mau flu, sehingga diperlukan waktu untuk istirahat.

2. Makan yang Cukup

Praktisi kesehatan dari Siloam Hospital Karawaci, dr Vito Damay SpJ (K), M.Kes, menyarankan untuk tetap makan seperti biasa dan jangan melewatkan waktu sarapan atau makan siang.

Penting juga untuk mengkonsumsi air secukupnya agar tubuh mendapat asupan makan dan minuman saat proses pembentukan kekebalan tubuh usai vaksin booster COVID-19.

3. Sediakan Obat

Masyarakat yang sudah mendapatkan vaksin booster COVID-19 disarankan untuk menyediakan obat pereda nyeri atau turun panas seperti paracetamol. Pasalnya, beberapa orang ada yang merasakan demam ringan atau nyeri di lengan bekas suntikan vaksin.

Meskipun demikian, obat ini bukan untuk pencegahan ya alias diminum jika memang ada keluhan.

"Dosisnya cukup 500-100 mg saja sekali minum. Tidak perlu rutin 3x sehari. Kalau sudah membaik tidak perlu minum lagi," tutup dr Vito.

Hal yang Tak Boleh Dilakukan Usai Booster COVID-19

1. Merokok dan Minum Alkohol

Merokok dan meminum alkohol bisa mempengaruhi sistem imun tubuh sehingga ada kemungkinan respons imun terhadap vaksin menjadi tidak efektif.

Selain itu, merokok dan minum alkohol juga bisa memperburuk efek samping atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

2. Melakukan Aktivitas Fisik yang Berat

Usahakan jangan melakukan aktivitas fisik yang berat, seperti mengangkat beban, setidaknya selama 2-3 hari usai menerima vaksin booster COVID-19 atau dosis ketiga. Hal ini disebabkan tubuh memerlukan waktu untuk pulih dari efek samping vaksin booster.

3. Mengabaikan Protokol Kesehatan

Meskipun sudah mendapatkan vaksin booster COVID-19, bukan berarti seseorang akan kebal dari COVID-19. Pasalnya, tak ada vaksin yang memiliki tingkat efektivitas 100 persen, bahkan setelah divaksinasi pun kemungkinan dapat terinfeksi dengan gejala yang lebih ringan.

Penting! Vaksin booster hanya melindungi seseorang dari risiko rawat inap, kematian, dan komplikasi serius akibat COVID-19. Itu mengapa protokol kesehatan tetap wajib diterapkan untuk melindungi orang-orang di sekitar.

4. Menunda Berbicara dengan Dokter

Jangan menunda untuk berbicara dengan dokter apabila mengalami gejala atau KIPI usai vaksin booster. Pasalnya, vaksinasi memerlukan beberapa saat untuk mulai bekerja dan baru akan mengembangkan kekebalan beberapa minggu usai vaksin.

Sedangkan efek samping seperti nyeri atau gejala ketidaknyamanan lainnya merupakan hal yang wajar usai vaksin booster. Kondisi ini umumnya akan mereda dalam waktu beberapa hari.

Apabila mengalami efek samping atau KIPI setelah vaksin booster COVID-19, bisa melakukan 5 cara berikut sebagaimana dikutip dari halaman covid19.go.id:

  • Tetap tenang
  • Jika terjadi reaksi seperti nyeri, bengkak atau kemerahan di tempat suntikan, kompres dengan air dingin pada lokasi tersebut.
  • Jika terjadi demam, kompres atau mandi dengan air hangat. Kemudian perbanyak minum air putih dan istirahat.
  • Jika dibutuhkan, minum obat sesuai anjuran petugas kesehatan.
  • Laporkan semua reaksi atau keluhan yang dialami setelah vaksinasi ke petugas kesehatan melalui nomor kontak yang tertera di kartu vaksinasi.
  • Bisa juga melaporkan kejadian KIPI yang dialami usai vaksin booster COVID-19 ke Kementerian Kesehatan melalui https://keamananvaksin.kemkes.go.id/index.php/public/pelaporan.


Simak Video "Catat! Hadiri Kegiatan Berskala Besar Kini Wajib Sudah Booster"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/naf)