ADVERTISEMENT

Jumat, 18 Mar 2022 10:00 WIB

Hore! Jelang Ramadhan, Kemenkes Sampaikan Kabar Baik Soal COVID-19

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Sejumlah pasien menunggu hasil pemeriksaan COVID-19 di IGD RSUD Depok, Jawa Barat, Jumat (4/2/2022). Peningkatan kasus COVID-19 memberikan dampak terhadap jumlah keterisian tempat tidur di rumah sakit (Bed Occupancy Rate) maupun ICU di RSUD Depok yang mencapai lima kali lipat dari bulan lalu sehingga dilakukan penambahan ruangan dan tempat tidur untuk antisipasi lonjakan kasus positif COVID-19. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/tom. Foto: ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha
Jakarta -

Kabar baik lagi dari Kementerian Kesehatan RI, jumlah pasien COVID-19 yang dirawat di RS terus berkurang signifikan. Berdasarkan data dua hari terakhir, angka bed occupancy rate (BOR) konsisten di bawah 20 persen.

"Keterisian tempat tidur (BOR) untuk COVID-19 secara nasional dari hari ke hari terus mengalami tren penurunan. Hari ini, angka BOR turun hingga berada di level 17 persen dan seluruh provinsi di Indonesia tidak ada yang mengalami kenaikan," terang juru bicara vaksinasi COVID-19 Kemenkes RI dr Siti Nadia Tarmizi, dalam keterangan tertulis, Kamis (17/3/2022).

Otomatis kasus aktif COVID-19 juga melandai hingga di bawah 300 ribu usai sebelumnya sempat mendekati 600 ribu kasus. Meski begitu, dr Nadia meminta masyarakat tetap bersabar menjalani protokol kesehatan.

Kondisi saat ini tak menjamin COVID-19 bakal tidak kembali melonjak jika banyak yang akhirnya mengabaikan protokol kesehatan. Terlebih, vaksinasi lengkap untuk kelompok rentan dan booster belum mencapai target.

"Penanganan COVID-19 di Indonesia masih menunjukkan perbaikan-perbaikan yang cukup berarti. Saat ini, tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit sudah cukup rendah di bawah 20 persen selama dua hari ini. Kita berharap bisa menekannya hingga di bawah 5 persen," kata dr Nadia.

Indikator lain dari penanganan COVID-19 yang menunjukkan perbaikan adalah kasus konfirmasi di (16/3) kembali turun menjadi 13.018 setelah sebelumnya sempat naik ke angka 14.408 (15/3).

"Harapannya saat ini masyarakat bersabar untuk sama-sama menunggu indikator-indikator penanganan COVID-19 terkendali dengan lebih baik dan lebih konsisten lagi. Kuncinya adalah menjalankan protokol kesehatan dan vaksinasi lengkap serta memenuhi vaksinasi booster," ujar dr Nadia.



Simak Video "Fenomena Vaksin Covid-19 Kedaluwarsa di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT