265 Anak 0-5 Tahun Meninggal Sejak Omicron Merebak, Kelompok Ini Paling Berisiko

ADVERTISEMENT

265 Anak 0-5 Tahun Meninggal Sejak Omicron Merebak, Kelompok Ini Paling Berisiko

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Sabtu, 19 Mar 2022 11:30 WIB
Female doctor holds a face mask with - Omicron variant text on it. Covid-19 new variant - Omicron. Omicron variant of coronavirus. SARS-CoV-2 variant of concern
Ilustrasi Omicron. (Foto: Getty Images/iStockphoto/golibtolibov)
Jakarta -

Meskipun diklaim lebih ringan, Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Yogi Prawira menyampaikan COVID-19 varian Omicron bisa berakibat fatal bagi anak-anak yang memiliki penyakit komorbid. Merujuk data Kementerian Kesehatan RI per 21 Januari hingga 6 Maret 2022, ada 265 anak berusia 0 hingga lima tahun meninggal dunia sejak Omicron merebak.

"Memang sebagian besar anak-anak ini memiliki komorbid. Kalau dia mengalami perburukan di fase awal, itu sering terjadi pada anak-anak," tuturnya dalam webinar virtual, Kamis (17/3/2022).

Adapun penyakit komorbid yang berisiko mengalami perburukan gejala, di antaranya:

  • Kelainan genetik
  • Masalah autoimun
  • Penyakit ginjal kronik
  • Jantung kronik
  • Cerebral palsy
  • Penyakit paru kronik
  • Malnutrisi
  • Obesitas

"Sehingga anak-anak yang memiliki komorbid ini kalau sampai terinfeksi, kita harus berhati-hati," lanjutnya.

Selain itu, dr Yogi juga mengungkapkan bahwa proporsi anak yang dirawat di rumah sakit lebih banyak pada gelombang Omicron daripada Delta. Itu sebabnya ia mengimbau untuk terus berhati-hati.

"Puncak dari gelombang Delta, kita lihat proporsi anak yang dirawat pada saat itu sekitar 13 persen, bagaimana dengan saat ini lebih dari 14 persen. Secara proporsi, memang anak dirawat pada saat ini lebih banyak," katanya.



Simak Video "Studi AS Ungkap Covid-19 Memperparah Kerusakan Otak Jangka Panjang"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT