Senin, 21 Mar 2022 10:00 WIB

Jangan Iri! Bye-bye COVID-19, Warga AS Sudah Boleh Copot Masker

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
FILE - In this Saturday, April 4, 2020 file photo, a couple hug and laugh as they have lunch in a restaurant in Stockholm, Sweden. Sweden’s response to the spread of coronavirus was too slow and its preparations to handle a pandemic were insufficient, a stinging official report concluded Friday Oct. 29, 2021. The Scandinavian country has stood out among European nations for its comparatively hands-off response to the pandemic, emphasizing individual responsibility and choices instead of mandated government health measures. (AP Photo/Andres Kudacki, File) AS bolehkan warganya copot masker. (Foto ilustrasi: AP/Andres Kudacki)
Jakarta -

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC) mengatakan 99 persen warga AS sudah 'bebas' dari aturan pakai masker di dalam ruangan. Hal ini didasari karena penularan COVID-19 di banyak wilayah AS masuk ke kategori 'sedang' dan 'rendah'.

Level ini ditentukan oleh kasus virus Corona baru, rawat inap, dan kapasitas rumah sakit. Hanya orang-orang di negara yang dianggap memiliki tingkat komunitas virus corona 'tinggi' yang perlu memakai masker di dalam ruangan, meskipun orang-orang yang berisiko terkena COVID-19 yang parah harus memeriksakan diri ke dokter sebelum melepaskan masker di area "sedang".

Dikutip dari laman USN, Senin (21/3/2022), meski mandat masker dilonggarkan, pemerintah AS mendiskusikan tentang rencana pemberian vaksin COVID-19 keempat. Perusahaan farmasi Moderna dan Pfizer saat ini tengah mengajukan izin ke FDA untuk booster kedua.

Meski berbagai aturan telah mulai dilonggarkan, AS sedang dihadapkan dengan kasus Omicron 'siluman' atau BA.2 yang bertanggung jawab atas 23 persen kasus mingguan di negara itu.

Selain AS, beberapa negara lain yang sudah mengizinkan warganya melepaskan masker antara lain Perancis, Norwegia, Belanda, Italia, Israel, dan Hungaria. Langkah pencabutan penggunaan masker di tempat umum lantaran tren penyebaran COVID-19 pada negara itu mengalami tren penurunan.



Simak Video "Faktor yang Memengaruhi Keparahan Pasien Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)