Asmirandah Keguguran, Begini Gejala dan Penyebab yang Tak Disadari

ADVERTISEMENT

Asmirandah Keguguran, Begini Gejala dan Penyebab yang Tak Disadari

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Senin, 21 Mar 2022 11:20 WIB
Foto Kehamilan Asmirandah.
Asmirandah keguguran. (Foto: Instagram/@asmirandah, @riomotret)
Jakarta -

Kabar duka datang dari Asmirandah dan suaminya, Jonas Rivanno. Keduanya harus kehilangan calon anak kedua mereka. Melalui Instagram pribadi, keduanya bercerita jika keguguran terjadi di usia 9 minggu.

Sang dokter menyebut jika anaknya berkembang, ada kemungkinan juga mengalami down syndrome.

"Hancur rasanya ketika USG, jantung anak kami dalam kandungan istriku sudah tidak berdetak. Kami dihadapi kenyataan anak kami, dalam kandungan istriku tidak berkembang sejak kehamilan 9 minggu dan setelah dicek lagi ternyata ada sedikit kelainan dalam janin-nya," jelas Jonas Rivando.

Dikutip dari Mayo Clinic, keguguran biasanya terjadi sebelum minggu ke-12 kehamilan. Ada beberapa tanda dan gejala yang bisa dilihat saat seseorang mengalami keguguran.

Gejala Keguguran

  • Bercak atau berdarah pada vagina
  • Nyeri atau kram di perut atau punggung bagian bawah
  • Cairan atau jaringan yang keluar dari vagina.

Jika seseorang telah mengeluarkan jaringan janin dari vagina, letakkan dalam wadah bersih dan bawa ke fasilitas kesehatan atau rumah sakit untuk dianalisis.

Sebagian besar wanita yang mengalami bercak atau pendarahan vagina pada trimester pertama berhasil hamil.

Apa Sih Penyebab Keguguran?

Penyebab keguguran bisa dipicu beragam faktor. Sebagian besar karena janin tidak berkembang seperti yang diharapkan, sekitar 50 persen dari kasus dikaitakn dengan kelebihan atau kekurangan kromosom.

Kasus keguguran yang paling sering terjadi dikarenakan masalah kromosom akibat kesalahan yang terjadi secara kebetulan saat embrio membelah dan tumbuh.

Masalah kromosom dapat menyebabkan:

1. Blighted ovum

Blighted ovum terjadi ketika tidak ada embrio yang terbentuk.

2. Kematian janin intrauterin

Dalam situasi ini, embrio terbentuk tetapi berhenti berkembang dan mati sebelum gejala keguguran terjadi.

3. Kehamilan mola dan kehamilan mola parsial

Kehamilan mola dikaitkan dengan pertumbuhan abnormal plasenta, biasanya tidak ada perkembangan janin. Kehamilan mola parsial terjadi ketika kromosom ibu tetap ada, tetapi ayah menyediakan dua set kromosom. Kehamilan mola parsial biasanya dikaitkan dengan kelainan plasenta dan janin yang abnormal.

Kehamilan mola dan sebagian bukan merupakan kehamilan yang layak. Kehamilan mola dan mola parsial terkadang dapat dikaitkan dengan perubahan kanker pada plasenta.



Simak Video "Apakah Janin Ikut Tertular Jika Ibu Hamil Positif Corona?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT