Senin, 21 Mar 2022 16:57 WIB

Satgas Jelaskan Hal yang Buat RI Belum Bisa Masuk Fase Endemi COVID-19

Firdaus Anwar - detikHealth
eorang seniman melukis mural di kolong Tol Wiyoto Wiyono, Jakarta Timur, Rabu (2/12/2020). Nantinya akan ada 100 tiang TOL yang akan dimural dengan gambar protokol kesehatan. Foto ilustrasi: Rifkianto Nugroho/detikcom
Jakarta -

Sebagian negara di dunia dilaporkan mulai mencabut kebijakan pembatasan sosial dan protokol kesehatan karena 'berdamai' dengan COVID-19, masuk ke fase endemi. Indonesia dalam hal ini masih berhati-hati karena baru saja menghadapi lonjakan COVID-19 akibat varian Omicron.

Juru bicara Satgas COVID-19 Reisa Broto Asmoro menjelaskan ada beberapa hal yang membuat Indonesia belum bisa masuk fase endemi. Pertama berkaitan dengan tingkat kasus positif atau positivity rate kasus harian COVID-19.

Meski kasus baru trennya menurun, tingkat positif masih ada di atas lima persen. Sementara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberi batas 'aman' tingkat kasus positif di bawah lima persen.

"Kedua adalah angka keterisian rumah sakit atau bed occupancy ratio (BOR) itu juga harus di bawah lima persen. Sama saat ini angka keterisian rumah sakit terus mengalami penurunan, tapi masih di atas lima persen," kata dr Reisa dalam diskusi daring seperti dikutip dari Siaran Radio Kesehatan, Senin (21/3/2022).

Menurut data yang dihimpun Kementerian Kesehatan (Kemenkes), hingga 20 Maret 2021 angka keterisian rumah sakit nasional (RS) masih di titik 14 persen. Reisa menganjurkan semua pihak mempercepat vaksinasi untuk mengurangi risiko jatuh sakit sehingga pasien di RS juga bisa berkurang.

"Ketiga adalah laju transmisi atau RT, ini harus di bawah 1 yang artinya penularan virus di lingkungan kita sudah rendah. Keempat vaksinasinya dosis lengkap sudah harus lebih dari 70 persen total populasi," lanjut dr Reisa.

Cakupan vaksinasi COVID-19 Indonesia dijelaskan dr Reisa memang sudah mencapai lebih dari 70 persen target sasaran, namun target sasaran tersebut bukan atau tidak sama dengan seluruh populasi Indonesia.



Simak Video "Epidemiolog soal Status Endemi Covid-19: Bukan Berarti Bagus!"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/naf)