Kurangi Overthinking, Psikolog Sarankan Punya Anxiety Corner

ADVERTISEMENT

Kurangi Overthinking, Psikolog Sarankan Punya Anxiety Corner

Nada Celesta - detikHealth
Selasa, 22 Mar 2022 12:21 WIB
Jakarta -

Khawatir berlebihan tentu bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Hal ini biasa juga disebut sebagai overthinking. Overthinking bisa terjadi saat seseorang sedang beristirahat, atau saat menjalani aktivitas lainnya, sehingga hari menjadi tidak produktif.

Psikolog Klinis dan CEO & Co-founder Asa Berdaya, Adriana Amalia, M.Psi., Psikolog menanggapi hal ini. Sebagai praktisi psikologi, ia sendiri juga tak luput dari teror overthinking di saat-saat tertentu, terutama sejak pandemi.

Untuk menyiasatinya, Adriana menggunakan metode mindful demography. Ia dengan sengaja hanya akan overthinking di kursi kerja saja.

"Saya nggak mau overthinking di tempat lain kecuali di kursi kerja saya. Jadi kalau saya tidur, tiba-tiba ting, 'Gimana nih besok?' Saya bangun, saya duduk di kursi kerja, yuk pikirin sekarang di sini. Jangan pikirin di kasur. Kasur itu buat tidur," jelas Adriana di program e-Life detikcom.

Adriana juga menyarankan untuk 'mengajak bicara' si rasa cemas. Hal ini dilakukan dengan harapan untuk mengidentifikasi penyebab rasa cemas, sehingga solusinya bisa dicari.

"Kalau tiba-tiba kepikiran hal lain, saya kembali ke anxiety corner saya, saya duduk, 'Apa nih? Yuk, ngobrol yuk. Kenapa se-anxious ini? Kenapa cemas? Yuk kasih tau saya yuk, ada apa,' jadi saya ajak ngobrol si kecemasan ini," tuturnya.

Menuliskan apa yang dirasakan dapat membantu memetakan penyebab rasa cemas. Melalui proses ini, seseorang juga bisa mengidentifikasi hal apa yang ada di bawah kendalinya, dan apa yang di luar kendalinya.

"Yang nggak dalam kendali ya sudah, nggak bisa diapa-apain juga," kata Adriana.

Menurut Adriana, kegiatan ini adalah latihan praktis yang bisa dipraktikkan sehari-hari. Hal ini demi menjaga ekosistem pikiran, perasaan, dan tubuh yang seimbang.

(mjt/mjt)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT