Rabu, 23 Mar 2022 08:10 WIB

Selandia Baru Cabut Aturan Wajib Vaksin, COVID-19 Sudah Game Over?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Selandia Baru catat lonjakan tertinggi kasus COVID-19 di wilayahnya sejak April 2020. Negara itu pun diketahui perpanjang lockdown hingga 27 Agustus mendatang. Foto: Getty Images/Hagen Hopkins
Jakarta -

Selandia Baru bakal mencabut aturan wajib vaksin COVID-19 di sejumlah sektor mulai 4 April mendatang saat wabah COVID-19 mendekati puncak. Seiring dengan tren kasus menurun dan total vaksinasi melampaui target, sejumlah pembatasan ketat dicabut.

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan pada konferensi pers bahwa hanya lansia dan pekerja perbatasan yang perlu divaksinasi mulai 4 April.

"Izin vaksin juga tidak lagi menjadi syarat untuk mengunjungi restoran, kedai kopi, dan ruang publik lainnya," tambah Ardern.

"Dengan lebih banyak alat dan salah satu populasi yang paling banyak divaksinasi di dunia, kami dapat terus bergerak maju dengan aman," kata Ardern saat mengumumkan pencabutan sebagian besar mandat.

Sudah lebih dari 95 persen penduduk Selandia baru berusia di atas 12 tahun sudah divaksinasi. Totak akumulatif kasus COVID-19 berkisar 500 ribu dari 5 juta penduduk.

Ardern mengatakan dengan puncak wabah di kota terbesar Selandia Baru, Auckland telah berlalu, seluruh wilayah diperkirakan bakal melihat puncak infeksi sebelum aturan wajib vaksin 5 April dapat dicabut.

"Dengan turunnya kasus kami, inilah saatnya untuk mengambil langkah selanjutnya dengan keyakinan pada kekebalan dan perlindungan kolektif yang telah kami bangun," katanya.

Langkah itu dilakukan seminggu setelah pemerintah mengumumkan akan membuka perbatasan bagi warga Australia mulai pertengahan April dan mereka yang menjalani program bebas visa mulai Mei.



Simak Video "Imbas Selandia Baru Lakukan Pembatasan, Banyak Rak Supermarket Kosong"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)