Minggu, 27 Mar 2022 16:19 WIB

Ibu Tega Bunuh Anak Diduga Depresi Hingga Dengar Bisikan Gaib, Ini Kata Psikolog

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Seorang ibu di Brebes, Kunti Utami (35), ditangkap setelah tega menganiaya tiga anaknya, Minggu (20/3/2022). (Foto: Imam Suripto/detikJateng)
Jakarta -

Belakangan publik dihebohkan dengan seorang ibu berinisial KU yang tega membunuh anak kandungnya sendiri. KU mengaku melakukan ini usai mendengar bisikan-bisikan gaib.

Kasus tersebut terjadi di Brebes, Jawa Tengah, pada Minggu (20/3/2022) lalu. Akibatnya, satu anaknya tewas dan dua lainnya terluka parah.

Kasat Reskrim Polres Brebes, AKP Syuaib Abdulah, mengungkapkan masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. Hingga saat ini, pelaku diduga mengalami depresi.

"Untuk motif pelaku masih kita dalami dalam proses penyelidikan. Tapi, memang dalam hal ini terduga memang ada dugaan depresi," kata AKP Syuaib yang dikutip dari InsertLive, Minggu (27/3/2022).

"Jadi sementara masih kita lakukan penyelidikan lebih lanjut apakah benar pelaku ada gejala depresi ataupun gangguan kejiwaan yang nanti kita bisa dalami lagi," lanjutnya.

Menanggapi ini, psikolog Intan Erlita menjelaskan fenomena bisikan gaib yang didengar pelaku KU tersebut. Ia mengatakan si pelaku mungkin si pelaku mengalami depresi di level yang cukup tinggi, sehingga menimbulkan halusinasi dan delusi.

Menurut Intan, halusinasi dan delusi ini merupakan kondisi seseorang yang merasa seperti melihat sesuatu atau mendengar bisikan.

"Mengenai bisikan gaib yang didengar ibu ini ya itu tadi karena dia sudah di level depresinya cukup tinggi," beber Intan.

"Sehingga di level-level tertentu itu kalau kondisi jiwa udah nggak stabil dan tidak sehat, itu terkadang timbul yang namanya halusinasi dan delusi yaitu dimana dia seperti melihat sesuatu, mendengar bisikan," imbuhnya.

Apa penyebabnya?

Intan mengatakan kondisi ini bisa terjadi karena seseorang yang mengalami depresi tingkat tinggi ini sudah tidak bisa membedakan yang benar dan yang salah. Bahkan mereka suda tidak bisa membedakan mana yang nyata dan tidak nyata.

"Sehingga dia mengambil persepsi ada orang yang berbisik pada dia. Kalau orang-orang mengalami depresi itu karena dia nggak ada temen ngobrol, dia cenderung ngobrol dengan diri dia sendiri," terangnya.

"Nah ini, makanya kalau seperti dengar bisikan-bisikan gaib ya artinya dia sudah memasuki fase-fase depresi, sehingga dia mengalami halusinasi dan delusi tadi," pungkas Intan.

KLIK DI SINI UNTUK KE HALAMAN SELANJUTNYA:



Simak Video " KuTips: Simak Tips Mengontrol Episode Bipolar Disorder!"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)