5 Fakta Pemecatan Permanen dr Terawan dari IDI oleh MKEK

ADVERTISEMENT

Round Up

5 Fakta Pemecatan Permanen dr Terawan dari IDI oleh MKEK

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Minggu, 27 Mar 2022 05:00 WIB
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto
Mantan Menkes RI dr Terawan Agus Putranto (Foto: Muhammad Ridho)
Jakarta -

Mantan Menteri Kesehatan dr Terawan Agus Putranto kembali jadi kontroversi. Terbaru, Tim Khusus Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) memutuskan pemberhentian permanen penggagas terapi 'cuci otak' dengan Digital Subtraction Angiography (DSA) ini dari keanggotaan IDI (Ikatan Dokter Indonesia).

Pemecatan tersebut ditetapkan dalam surat Tim Khusus MKEK Nomor 0312/PP/MKEK/03/2022 dan dibacakan dalam Muktamar ke-31 PB IDI di Banda Aceh. Salah satu konsekuensinya, dr Terawan terancam tidak bisa lagi mengurus izin praktik sebagai dokter.

Beberapa fakta terkait pemecatan permanen dr Terawan terangkum sebagai berikut:

1. Ditetapkan di Muktamar PB IDI

Pemecatan secara permanen dr Terawan Agus Putranto, SpRad dari keanggotaan IDI disampaikan dalam Muktamar ke-31 PB IDI di Banda Aceh. Hal ini dikonfirmasi oleh Ketua Panitia Muktamar Ke-31 IDI dr Nasrul Musadir Alsa.

"Iya (dipecat), dari hasil muktamar yang kami terima ya. Dari hasil yang kita terima yang diserahkan panitia memang begitu, (sesuai) MKEK iya," jelasnya saat dikonfirmasi, Sabtu (26/3/2022).

2. Poin pelanggaran

Hingga saat ini, belum ada informasi resmi dari PB IDI maupun MKEK terkait alasan pemecatan dr Terawan Agus Putranto, SpRad. Namun Wakil Ketua Komisi IX Melkiedes Laka Lena menyinggung inovasi cuci otak dan vaksin Nusantara termasuk dalam konsederan atau alasan pemecatan.

"Sehingga yang menjadi konsiderat ataupun alasan tiga alasan yang membuat bahwa Pak Terawan itu dianggap membuat DSA cuci otaknya itu dianggap tidak memenuhi kaidah keilmuan misalnya," ujarnya pada detikcom, Sabtu (26/3/2022).

Melki mengaku mendengar kabar pemecatan tersebut secara langsung dari dr Terawan, saat sedang mengantar sang istri berobat di RSPAD Gatot Subroto.

3. Tak bisa urus izin praktik

Ketetapan MKEK soal pemecatan dr Terawan bakal dilaksanakan oleh PB IDI selambat-lambatnya 28 hari kerja. Sebagai salah satu konsekuensi, dr Terawan terancan tidak bisa lagi mengurus izin praktik.

"Ya mestinya begitu ya, kan tidak bisa urus SIP dan sebagainya, ya," kata dr Nasrul Musadir Alsa.

Sosok Minggu Ini: Adi, Penyandang Down Syndrome Kolektor Medali

[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT