ADVERTISEMENT

Jumat, 01 Apr 2022 16:55 WIB

IDI Tanggapi Tawaran Menkes, Siap Mediasi dengan Terawan?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Anggota Komisi IX Ribka Tjiptaning dari Fraksi PDIP berbicara soal singkatan korona yakni komunitas rondo mempesona. Eks Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto. Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta -

Terkait pemberhentian eks Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Menteri Kesehatan RI saat ini Budi Gunadi Sadikin menyebut pihak Kementerian Kesehatan bakal membantu proses mediasi IDI dengan para anggotanya. Menanggapi usulan Menkes, IDI menyebut pihaknya bergantung pada ketersediaan Terawan. Mengapa?

Juru bicara Pengurus Besar (PB) IDI untuk Sosialisasi Hasil Muktamar ke-31 sekaligus Ketua Bidang Hukum dan Pembelaan Anggota (BHP2A) IDI, dr Beni Satria, menyebut pihaknya menyambut baik usulan Menkes Budi. Akan tetapi, pihaknya tak bisa menentukan sendiri diberlangsungkannya mediasi tersebut, melainkan juga harus atas kesetujuan Terawan.

Pasalnya, dr Beni menyebut, pihak Majelis Kode Etik Kedokteran (MKEK-IDI) telah beberapa kali memanggil Terawan, sebelum putusan pemberhentian ini dikeluarkan. Namun tercatat, dari enam kali panggilan, Terawan (TAP) hanya memberikan empat kali jawaban.

"Terkait arahan Menkes untuk dilakukan mediasi tentu IDI menyambut baik hal ini. Tapi memang mediasi itu adalah keinginan kedua belah pihak. IDI berkeinginan, apakah TAP berkeinginan? Atau sebaliknya, TAP berkeinginan tapi IDI tidak berkeinginan," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Jumat (1/4/2022).

"Kita fokusnya kepada evidence based, kepada ruang yang sudah kita berikan tetapi ruang ini diberikan oleh Menkes. Tentu kita sambut baik ini, kalau yang bersangkutan menerima hal baik ini," sambung dr Beni.

Lebih lanjut menurut dr Beni, pihak IDI yakin menyambut baik tawaran mediasi tersebut. Pasalnya diharapkan, langkah mediasi tersebut bisa memberikan pencerahan khususnya bagi masyarakat yang kini dibuat gaduh oleh kabar pemberhentian Terawan dari keanggotaan IDI tersebut.

"Tentu kita akan menyambut baik ini agar kegaduhan ini bisa dipahami masyarakat, khususnya teman-teman kita. Karena internal sudah berupaya mulai dari surat, kemudian WA, by phone, kemudian keputusan penghentian sementara, kemungkinan diberikan ruang lagi tapi ini kan tidak mendapat respons yang baik," pungkas dr Beni.



Simak Video "Menkes Turun Tangan Bakal Gelar Mediasi IDI dengan Terawan"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT