Ivermectin Gagal Atasi COVID-19, Fix Cuma Berkhasiat Jadi Obat Cacing!

ADVERTISEMENT

Ivermectin Gagal Atasi COVID-19, Fix Cuma Berkhasiat Jadi Obat Cacing!

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Sabtu, 02 Apr 2022 18:05 WIB
Ivermectin is not a brand name: it is the generic term for the drug.
Ivermectin gagal mengatasi COVID-19. (Foto: Getty Images/iStockphoto/RapidEye)
Jakarta -

Uji coba yang dimuat dalam The New England Journal of Medicine memastikan Ivermectin gagal menjadi obat COVID-19. Ivermectin sebelumnya viral dibicarakan mujarab oleh banyak publik saat bukti klinis belum memadai.

Seperti diketahui, Ivermectin adalah antiparasit sebagai obat cacing. Di Brasil setidaknya ada 3.515 pasien bergejala COVID-19 selama sepekan memiliki satu faktor risiko penyakit serius, beberapa menerima Ivermectin selama tiga hari, adapula yang diberi pengobatan lain dan plasebo.

Empat pekan berselang, ivermectin terbukti gagal menyebabkan tingkat rawat inap COVID-19 lebih rendah, juga tak berhasil menekan banyaknya kunjungan pasien ke instalasi gawat darurat.

Dikutip dari Reuters, obat cacing Ivermectin sebelumnya populer di kalangan antivaksin meskipun ada peringatan dari pejabat kesehatan untuk tak menggunakan obat ini terkait infeksi COVID-19.

Studi lainnya terkait plasma konvalesen, para peneliti AS meneliti lebih dari seribu orang dewasa yang sebagian besar tidak divaksinasi dalam waktu delapan hari sejak timbul gejala COVID-19. Setengah dari peserta secara acak ditugaskan untuk menerima transfusi plasma konvalesen.

Empat minggu kemudian, 2,9 persen dari mereka yang menerima plasma dirawat di rumah sakit karena COVID-19, dibandingkan dengan 6,3 persen dari mereka yang tidak menerimanya.

"Setelah memperhitungkan faktor risiko individu, pengobatan mengurangi risiko rawat inap sebesar 54 persen," kata para peneliti.

"Plasma konvalesen COVID-19 tersedia di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, tidak memiliki batasan paten dan relatif murah untuk diproduksi, (dan mungkin) kurang rentan terhadap munculnya resistensi antibodi," tambah mereka.



Simak Video "Seputar Temuan Virus Mirip Covid-19 pada Kelelawar di China Selatan"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT