ADVERTISEMENT

Minggu, 03 Apr 2022 07:15 WIB

IDI Komentari Isu Terawan Dipecat karena 'Rebutan Lahan Praktek'

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Anggota Komisi IX Ribka Tjiptaning dari Fraksi PDIP berbicara soal singkatan korona yakni komunitas rondo mempesona. Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta -

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) merespons isu eks Menkes Terawan Agus Putranto dipecat dari keanggotaan IDI karena 'rebutan lahan praktek'.

Juru bicara Pengurus Besar IDI untuk sosialisasi hasil Muktamar IDI ke-31 Beni Satria, menegaskan hasil keputusan pemecatan Terawan dari IDI bukan karena masalah praktek, namun tidak adanya bukti ilmiah dari metode 'cuci otak' yang kerap dipromosikan Terawan.

"Kegerahan terkait tindakan ini karena tidak ada bukti ilmiah, bukan karena lahan praktek," tegas Beni dalam konferensi pers Jumat (1/4/2022)

Dijelaskan Beni, Terawan kerap mempromosikan metode 'cuci otak' yang belum berbasis ilmiah di sejumlah media. Klaim yang diutarakan kala itu termasuk pengobatan yang diakui dunia.

Selain ditujukan untuk pasien stroke, Terawan bahkan meyakini pengobatan tersebut bisa dilakukan untuk pengidap autisme. Belum lagi biaya pengobatannya sangat fantastis untuk ukuran prosedur diagnostik.

"Kegerahan karena dokter tidak menggubris, tidak evidence based, bukan karena lahan praktek yg berkurang. Kalau hanya berdasarkan testimoni, yang dirugikan masyarakat bukan IDI," jelas Beni.

Lebih lanjut soal alasan IDI memberhentikan Terawan bisa dilihat DI SINI.

Simak Video 'Dorong Usulan Revisi UU Kedokteran, Legislator PDIP: IDI Terlalu Powerful':

[Gambas:Video 20detik]



(kna/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT