Waspada! Negara Tetangga RI Laporkan Kasus Pertama COVID-19 Varian XE

ADVERTISEMENT

Waspada! Negara Tetangga RI Laporkan Kasus Pertama COVID-19 Varian XE

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Senin, 04 Apr 2022 10:30 WIB
Otoritas pemerintah Thailand kembali melakukan lockdown karena melonjaknya kasus penyebaran COVID-19 varian Alpha dan Delta. Yuk kita lihat suasananya.
Thailand laporkan kasus Omicron XE pertama (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Pemerintah Thailand telah melaporkan kasus pertama varian Omicron XE pada Sabtu (2/4/2022) kemarin. Kasus tersebut diungkapkan langsung oleh Ketua Komisi Kesehatan Masyarakat Chalermachai Boonyaleephan berdasarkan hasil laporan dari Pusat Genomik Medis Rumah Sakit Ramathibodi.

Saat ini, pasien Omicron XE itu dikabarkan hanya mengalami gejala ringan dan kondisinya berangsur membaik.

Namun Chalermchai memperkirakan varian Omicron XE itu akan cepat menyebar ke seluruh penjuru Thailand. Pihaknya juga tengah memantau tingkat keparan dan resistensi Omicron XE terhadap vaksin, serta memantau kemungkinan varian tersebut akan menggantikan Omicron BA.2 sebagai strain dominan.

"Jika virus ini menyebar lebih cepat dari BA.2, kasus COVID-19 di Thailand pada gelombang keempat akan memakan waktu lebih lama untuk mencapai puncak kasus," ungkap Chalermchai dikutip dari Inquirer, Senin (4/4/2022.

Chalermchai mengatakan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan mendeklarasikan nama Omicron XE 'Pi' jika varian COVID-19 baru itu menunjukkan perubahan signifikan seperti penyebaran virus, tingkat keparahan, dan resistensi terhadap vaksin.

"Menurut perkiraan awal, Omicron XE menyebar 43 persen lebih cepat dari varian aslinya dan 10 persen lebih cepat dari subvarian BA.2," katanya.

"Menyusul penemuan itu, banyak negara tengah memantau perkembangan varian COVID-19 baru dengan cermat karena kemungkinan akan menjadi strain yang dominan.

Jika perkiraan awal benar, menurut Chalermchai, Thailand akan menghadapi gelombang kelima kasus COVID-19.

Sedikit informasi, saat ini pemerintah Thailand berencana menuju endemi. Di mana diperkirkaan puncak kasus COVID-19 akan terjadi sekitar bulan April hingga Mei dan menurun pada bulan Juni, yang akan diikuti dengan pencabutan pembatasan COVID-19 sepenuhnya.



Simak Video "Satgas Pastikan Varian Omicron XE Belum Ditemukan di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(any/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT